YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Tim Dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menghadirkan inovasi Pojok SDGs di Taman Indria Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta. Langkah ini dilakukan untuk membumikan isu global Sustainable Development Goals (SDGs) sejak dini sekaligus menjaga kesejahteraan mental tenaga pendidik.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Sosialisasi Program Sustainable Development Goals (SDGs): Pendidikan Inklusi dan Kualitas Pendidikan”. Kegiatan ini diikuti para pamong dan guru TK.
Ketua Tim PkM UMBY, Hastangka mengatakan, nilai-nilai SDGs seperti kesetaraan, inklusivitas, dan kepedulian lingkungan dapat diterjemahkan ke dalam interaksi harian di kelas PAUD.
"Kami ingin menunjukkan bahwa SDGs bukan hanya konsep di tingkat kebijakan global, melainkan dapat diterjemahkan ke dalam praktik pendidikan sehari-hari," ujar Hastangka, akhir pekan kemarin.
Sebagai bentuk dukungan konkret, UMBY menyerahkan fasilitas Pojok SDGs berupa area belajar interaktif yang dilengkapi rak penyimpanan, buku cerita anak bertema keberagaman, serta poster visual interaktif. Media ini memudahkan guru mengenalkan prinsip inklusi lewat permainan dan dongeng.
Tak hanya fokus pada murid, pelatihan ini juga menyasar kesehatan mental pendidik melalui materi “Stres Kerja dan Manajemennya” yang dibawakan oleh Sowanya Ardi Prahara. Para guru dibekali teknik deteksi dini stres akibat beban administrasi maupun variasi karakter murid agar tetap adaptif dan optimal saat mengajar.
Kehadiran program ini mendapat apresiasi tinggi dari para pamong, karena mereka mendapatkan wawasan baru mengenai penerapan agenda global di tingkat PAUD. Materi pengelolaan stres sangat relevan dengan tantangan harian profesi guru.
Sebagai tindak lanjut, tim PkM UMBY dan Taman Indria berkomitmen melakukan monitoring serta evaluasi berkala guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan Pojok SDGs dan ekosistem sekolah yang ramah kesehatan mental.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
