GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Nasib memprihatinkan dialami satu keluarga di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tiga anggota keluarga yang hidup dalam kondisi serba kekurangan dan kebutaan justru tidak lagi menerima bantuan sosial sejak sekitar enam bulan terakhir.
Ketiganya adalah Supriyanti, 56 tahun, bersama kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia dan mengalami kebutaan permanen. Mereka kini hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan sanak saudara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Supriyanti yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga juga sudah tidak mampu bekerja. Mantan tenaga kerja wanita tersebut mengalami kebutaan permanen sejak sekitar lima tahun lalu setelah mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang dari tempatnya bekerja di perantauan. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan munculnya tumor di kepalanya.
Seluruh harta yang diperoleh Supriyanti selama bekerja sebagai TKW bahkan habis digunakan untuk biaya pengobatan. Kini, dalam kondisi tidak bisa bekerja dan kedua orang tuanya juga sudah tidak mampu mencari nafkah, keluarga tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Untuk makan sehari-hari, warga sekitar secara bergantian membantu memberikan makanan dan minuman.
Supriyanti mengalami kebutaan kini tinggal bertiga bersama kedua orang tuanya yang sudah jompo dan hanya mengandalkan belas kasihan orang lain (Foto: iNews).
Supriyanti mengaku sebelumnya masih menerima bantuan sosial dari desa. Namun, bantuan tersebut dihentikan sekitar enam bulan lalu. Ia mendapat informasi bahwa namanya dicoret dengan alasan penerima bantuan harus digantikan oleh warga lainnya.
“Sudah enam bulan ini saya tidak dapat bantuan yang dulu hanya dapat dari desa. Bantuan sosial lainnya tidak pernah dapat. Waktu saya tanyakan ke perangkat desa katanya dicoret dengan alasan gantian dengan warga lain,” ujar Supriyanti.
Keluhan keluarga tersebut kemudian mendapat perhatian dari Dinas Sosial Kabupaten Grobogan. Petugas sempat datang ke rumah Supriyanti untuk melakukan pendataan dan survei.
Namun, hingga kini keluarga tersebut mengaku belum mendapat kepastian mengenai kelanjutan bantuan sosial yang mereka butuhkan.
“Kemarin sudah ada petugas ke sini, survei, dan hanya diminta sabar,” katanya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
