BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Tak pernah terbayangkan bagi Samsuti, perempuan asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bahwa sebuah pertemuan sederhana di sebuah karnaval di Jerman akan mengubah jalan hidupnya.
Saat itu, Samsuti tengah bekerja di Jerman sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Di tengah kehidupannya sebagai perantau, ia bertemu dengan Petter, pria berkebangsaan Jerman.
Pertemuan yang awalnya berlangsung biasa tersebut kemudian berlanjut. Keduanya beberapa kali bertemu hingga hubungan mereka semakin dekat.
Ada hal sederhana yang membuat Petter semakin tertarik kepada Samsuti. Setiap kali bertemu, Samsuti kerap menyajikan masakan khas Indonesia.
Dari hidangan rumahan tersebut, kedekatan keduanya perlahan tumbuh menjadi hubungan serius. Meski memiliki perbedaan kewarganegaraan, bahasa dan budaya, Samsuti dan Petter akhirnya memutuskan untuk menikah.
Kini, hampir tiga dekade perjalanan rumah tangga mereka telah dilalui. Pernikahan tersebut juga telah dikaruniai dua anak, seorang putra dan seorang putri, yang kini telah tumbuh dewasa.
Merantau Sejak Usia 12 Tahun
Sebelum bertemu Petter dan menetap di Jerman, Samsuti menjalani perjalanan hidup yang tidak mudah.
Ia lahir dan dibesarkan di sebuah desa di Kabupaten Boyolali yang berada di kaki Gunung Merbabu. Samsuti tumbuh dalam keluarga sederhana dan sejak kecil terbiasa membantu orang tuanya.
Pada usia 12 tahun, ia sudah merantau ke Jakarta. Di ibu kota, Samsuti bekerja sebagai pengasuh anak di sebuah keluarga.
Kesempatan kemudian datang ketika ia mendapat tawaran untuk bekerja sebagai pengasuh anak bagi sebuah keluarga yang akan tinggal di Jerman.
Meski tidak menyelesaikan pendidikan dasar, Samsuti tidak menyerah. Ia berusaha mempersiapkan diri dengan mempelajari bahasa Jerman agar mampu berkomunikasi dan beradaptasi di negara tersebut.
Dengan restu orang tua dan keluarga, Samsuti akhirnya berangkat ke Jerman.
Di negara yang memiliki bahasa dan budaya berbeda itu, ia mampu beradaptasi dan menjalankan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.
Karnaval Jadi Awal Kisah Cinta
Kehidupan Samsuti di Jerman kemudian mempertemukannya dengan Petter dalam sebuah karnaval.
Tak ada rencana sebelumnya bahwa pertemuan itu akan menjadi awal perjalanan panjang keduanya. Namun, setelah kembali bertemu beberapa kali, hubungan Samsuti dan Petter semakin dekat.
Hubungan tersebut akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan. Perbedaan latar belakang, bahasa hingga budaya tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk membangun keluarga.
"Perbedaan budaya, bahasa, jarak dan latar belakang bukan menjadi penghalang bagi saya. Kami saling memahami dan menjalani kehidupan bersama hingga kini," kata Samsuti, ditemui usai acara peringatan 30 tahun pernikahan di sebuah joglo di Cepogo pada Minggu (30/8/2026).
Hampir 30 tahun menjalani kehidupan bersama, Samsuti dan Petter kini telah membesarkan dua anak yang sudah dewasa.
Bagi Samsuti, perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa sebuah pertemuan yang tidak direncanakan dapat membawa seseorang pada kehidupan yang sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
"Saya sangat sayang suami. Terima kasih. Saya dulu dibesarkan di Jakarta dan kemudian saya ke Jerman hingga menemukan suamiku. Terima kasih semuanya," ucapnya.
Sementara itu, Petter mengatakan pertemuannya dengan Samsuti di Jerman menjadi awal dari perjalanan panjang kehidupan mereka.
"Saya bertemu Samsuti waktu karnaval. Awalnya biasa saja, kemudian kami sering bertemu. Saya suka masakan Indonesia dan juga suka cara Samsuti," ujar Petter dengan bahasa Indonesia terbata-bata.
Menurutnya, perbedaan bahasa dan budaya tidak menjadi persoalan besar dalam menjalani rumah tangga bersama Samsuti.
"Hampir 30 tahun bersama. Kadang ada beda bahasa, beda budaya, tapi kami belajar mengerti satu sama lain. Saya senang dan sayang Samsuti," katanya.
Kisah Samsuti dan Petter menjadi cerita tentang perjalanan cinta lintas negara yang mampu bertahan selama hampir tiga dekade, sekaligus perjalanan seorang perempuan sederhana dari kaki Gunung Merbabu hingga membangun keluarga di Jerman.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
