30 Wirausaha Muda DIY Digembleng Jadi Pengusaha Tangguh

Kuntadi
Sebanyak 30 wirausaha muda yang lolos seleksi tahap pertama digembeleng menjadi pengusaha tangguh dalam Program Inkubasi Wirausaha Muda 2026 di Sleman, Rabu (19/8/2026). (Foto: Istimewa).

SLEMAN, iNewsboyolali.id - Sebanyak 30 wirausaha muda yang ada di DIY dinyatakan lolos tahap kedua dalam Program Inkubasi Wirausaha Kawula Muda 2026. Mereka akan dibimbing secara intensif agar bisnis yang dirintis berkembang dan skalanya meningkat. 

Program ini awalnya diikuti 60 peserta. Setelah melalui seleksi ketat dengan berbagai indikator akhirnya lolos 30 peserta yang akan digembleng menjadi wirausaha muda yang tangguh. Selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026 mereka akan mengikuti pendampingan intensif.
 
Dalam program ini, BHMTC Indonesia mengambil peran strategis sebagai Business Ecosystem Enabler. Perannya mencakup perancangan seleksi, pemetaan karakter usaha peserta, hingga penyusunan peta jalan evaluasi jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan bisnis.

Bio Hadikesuma, perwakilan pendamping program dari BHMTC Indonesia, mengatakan pada tahap ini peserta tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan materi pembelajaran. Namun mereka akan didorong untuk menguji dan menerapkan strategi bisnis berdasarkan kondisi usaha masing-masing.

"Peserta adalah pelaku utama dalam pengembangan bisnisnya sendiri. Kami sebagai pengawal proses dan pengarah strategi, sehingga setiap peserta memiliki ruang untuk berkembang sesuai kondisi dan potensi masing-masing," katanya, Rabu (19/8/2026).

Dalam tahap kedua ini, peserta mendapatkan pendampingan yang berbasis praktik nyata. Mereka ditantang mengaplikasikan strategi bisnis di lapangan, memantau metrik pertumbuhan, sekaligus memperkuat fondasi usaha agar mampu menghadapi dinamika pasar.

Pengembang Wirausaha Muda Dinas Koperasi UKM DIY, Ratna Listiyanti mengatakan materi yang diberikan disusun secara komprehensif dan saling berkesinambungan. Kurikulum program disesuaikan dengan persoalan yang dihadapi peserta dalam menjalankan bisnisnya.

Materi yang diberikan mencakup teknik pemasaran mutakhir, penajaman posisi merek (positioning), tata kelola keuangan yang akuntabel, inovasi produk, hingga penyusunan strategi ekspansi usaha.

“Peserta diarahkan untuk menghubungkan materi dengan kebutuhan dan tantangan riil yang muncul di lini bisnis masing-masing,” katanya. 

Ratna mengatakan program tersebut diarahkan untuk membentuk wirausaha muda Jogja yang memiliki kemampuan finansial sekaligus kecakapan dalam mengambil keputusan berdasarkan data. Peserta juga diharapkan mempunyai arah pertumbuhan bisnis yang terukur.

"Kami bertekad melahirkan generasi wirausaha muda Jogja yang tidak hanya tangguh secara finansial, tetapi juga cakap mengambil keputusan berbasis data serta memiliki arah pertumbuhan yang terukur,” jelasnya. 

Editor : Tata Rahmanta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network