Mantan kepala Desa Tunggulrejo, Muhammad jamrowi menjelaskan bahwa pembangunan jalan lorong desa secara swadaya sudah dilaksanakan sejak setahun lalu di beberapa RT. Bahkan warga rela mencari pinjaman uang di Bank dengan cara di angsur perbulannya.
“ Di gang RT sana itu sudah selesai pengecorannya. Dana yang diambil dari Bank dan hingga kini belum selesai angsurannya. Itu lah semangat warga yang saya sangat apresiasi meski harus rela pinjam Bank, “ kata Muh. Jamrowi.
Warga Gotong Royong Cor Jalan Desa.
Dalam proses pengecoran jalan sepanjang 254 meter tersebut, sebanyak 16 truk mixer dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan. Pengecoran dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar dua hari.
Untuk memperkuat konstruksi, warga menggunakan tulangan berbahan bambu dengan ketebalan cor mencapai sekitar 15 sentimeter. Setelah pengecoran selesai, warga langsung bergotong royong membuka bekisting.
Pembangunan jalan ini belum sepenuhnya selesai. Warga berencana melanjutkan pengecoran sekitar 100 meter jalan lainnya secara bertahap, sambil menunggu terkumpulnya iuran warga serta bantuan dari para perantau asal Desa Tunggulrejo.
Bagi warga, jalan yang kini telah mulus bukan sekadar hasil pembangunan fisik. Jalan tersebut menjadi simbol kekompakan dan gotong royong masyarakat.
Mereka menyebut selesainya pengecoran jalan tepat pada 17 Agustus menjadi kado terindah di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga berharap ke depan seluruh jalan lorong di wilayah tersebut dapat diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aman.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
