GROBOGAN, iNewsBoyolali.id– Semangat gotong royong warga Dusun Tanjung Anom, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, patut diapresiasi. Demi memiliki akses jalan yang layak, warga rela menjual ternak hingga berutang ke bank untuk membiayai pembangunan jalan secara swadaya.
Momentum penyelesaian pengecoran jalan sepanjang 254 meter tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Puluhan warga tampak bergotong royong melepas peralatan dan bekisting yang masih menempel di badan jalan. Mereka mengaku lega setelah jalan yang selama puluhan tahun masih berupa tanah akhirnya bisa dicor.
Warga Sewa 16 Jayamix Untuk Cor Jalan Lorong Desa Secara Swadaya.
Kondisi jalan sebelumnya membuat warga kesulitan beraktivitas, terutama saat hujan. Jalan tanah berubah menjadi licin dan lengket sehingga sulit dilalui kendaraan maupun warga.
Karena tidak adanya anggaran desa untuk pembangunan jalan lorong tersebut, warga kemudian berinisiatif menggalang iuran. Besaran iuran dilakukan secara gotong royong sesuai kemampuan masing-masing warga.
Yanto, salah seorang warga, mengatakan kondisi jalan yang buruk sudah lama dikeluhkan masyarakat. Warga akhirnya sepakat mencari solusi sendiri agar akses jalan bisa segera diperbaiki.
“Ini murni swadaya masyarakat untuk per KK ditarik tiga juta rupiah dan uang konsumsi lima puluh ribu dan beras. Bagi Warga yang di perantauan juga kita hubungi untuk dimintai bantuan sumbangan dan alhamdulilah semua antusias,”jelas Yanto.
Tidak sedikit warga yang harus menjual hewan ternak seperti sapi, kambing hingga ayam untuk memenuhi iuran pembangunan. Bahkan, pada pembangunan tahap sebelumnya, warga nekat mengambil pinjaman dari bank yang kemudian cicilannya ditanggung secara bersama-sama.
“Ada warga yang tidak punya uang tetap ingin bantu iuran dengan jual ternak ada ayam, kambing atau sapi,” pungkasnya.
Tokoh masyarakat setempat, Sutamto, bahkan mengaku menjual salah satu sapi miliknya untuk membantu biaya operasional pembangunan jalan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat warga untuk memiliki jalan yang lebih layak.
“Saya sangat mendukung keinginan warga untuk membangun jalan, dan saya sendiri siap dan sudah jual anakan sapi saya untuk iuran dan bantu makan juga,”terangnya.
Mantan kepala Desa Tunggulrejo, Muhammad jamrowi menjelaskan bahwa pembangunan jalan lorong desa secara swadaya sudah dilaksanakan sejak setahun lalu di beberapa RT. Bahkan warga rela mencari pinjaman uang di Bank dengan cara di angsur perbulannya.
“ Di gang RT sana itu sudah selesai pengecorannya. Dana yang diambil dari Bank dan hingga kini belum selesai angsurannya. Itu lah semangat warga yang saya sangat apresiasi meski harus rela pinjam Bank, “ kata Muh. Jamrowi.
Warga Gotong Royong Cor Jalan Desa.
Dalam proses pengecoran jalan sepanjang 254 meter tersebut, sebanyak 16 truk mixer dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan. Pengecoran dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar dua hari.
Untuk memperkuat konstruksi, warga menggunakan tulangan berbahan bambu dengan ketebalan cor mencapai sekitar 15 sentimeter. Setelah pengecoran selesai, warga langsung bergotong royong membuka bekisting.
Pembangunan jalan ini belum sepenuhnya selesai. Warga berencana melanjutkan pengecoran sekitar 100 meter jalan lainnya secara bertahap, sambil menunggu terkumpulnya iuran warga serta bantuan dari para perantau asal Desa Tunggulrejo.
Bagi warga, jalan yang kini telah mulus bukan sekadar hasil pembangunan fisik. Jalan tersebut menjadi simbol kekompakan dan gotong royong masyarakat.
Mereka menyebut selesainya pengecoran jalan tepat pada 17 Agustus menjadi kado terindah di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga berharap ke depan seluruh jalan lorong di wilayah tersebut dapat diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aman.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
