Sementara itu, Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi mengingatkan pentingnya memadukan penguasaan sains dan teknologi dengan nilai-nilai moralitas serta kebangsaan. UIN Sunan Kalijaga memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Simposium kemudian dilanjutkan dengan sesi panel ilmiah yang menghadirkan empat akademisi terkemuka, yaitu Prof Amin Abdullah yang membahas Pancasila sebagai etika keilmuan, Prof Melani Budianta yang membedah Pancasila sebagai praktik kebudayaan, Prof Siti Ruhaini Dzuhayatin yang menyoroti perspektif gender dan kemanusiaan global, serta Prof Sahiron Syamsuddin yang memaparkan integrasi kajian Islam dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan robotika.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
