Ironis! Siswa SD di Grobogan Santap MBG di Halaman,4 Ruang Kelas Nyaris Roboh 6 Bulan Tak Diperbaiki
GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Di tengah gencarnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, ratusan siswa SD Negeri Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, justru harus berjuang menempuh pendidikan di sekolah yang kondisinya memprihatinkan.
Selama berbulan-bulan mereka belajar di tengah ancaman bangunan rusak berat yang hingga kini belum juga diperbaiki.
Sedikitnya empat ruang kelas dan satu ruang guru mengalami kerusakan parah. Atap bangunan ambrol, rangka kayu lapuk, plafon jebol, serta dinding dipenuhi retakan. Kondisi tersebut membuat bangunan dinilai rawan roboh sehingga tidak lagi aman digunakan sebagai tempat belajar mengajar.
Kerusakan pertama terjadi pada awal Januari 2026 ketika atap ruang kelas lima ambruk. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada April 2026, atap ruang kelas enam kembali ambrol sehingga memperparah kondisi sekolah.
Memasuki awal semester pada Juli 2026, pihak sekolah akhirnya mengosongkan empat ruangan yang mengalami kerusakan demi menghindari risiko yang membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariyah, mengatakan pihak sekolah terpaksa mengatur ulang proses belajar mengajar dengan memindahkan siswa ke ruang kelas lain secara bergantian.
“Kerusakan bangunan sudah sejak Januari awal tahun. Kemudian yang kedua terjadi pada bulan April, sehingga kami terpaksa memindahkan anak-anak ke ruang kelas lain secara bergantian,” ujar Juwariyah.
Akibat keterbatasan ruang, ratusan siswa harus belajar dengan sistem bergilir. Sementara itu, siswa kelas enam diprioritaskan menempati satu ruang kelas yang masih layak agar proses persiapan menghadapi ujian akhir sekolah tidak terganggu.
Ironisnya, saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, para siswa tidak bisa menikmati makanan di dalam kelas. Mereka terpaksa makan di halaman sekolah karena sebagian besar ruang belajar tidak dapat digunakan. Ketika angin bertiup kencang, debu beterbangan dan mengganggu kenyamanan para siswa saat menyantap makanan bergizi yang disediakan pemerintah.
Kondisi menjadi semakin mengkhawatirkan saat musim hujan. Guru dan siswa dihantui rasa waswas karena bangunan yang rusak dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan agar hak pendidikan para siswa tidak terhenti.
“ Saya tidak mau menanggung resiko jika masih tetap menggunakam ruang kelas ini, takut jika ambruk menimpa siswa dan guru,” keluh kepala sekolah SDN Tanggirejo.
Situasi ini menjadi potret kontras dunia pendidikan. Di satu sisi pemerintah terus menggencarkan program pemenuhan gizi melalui Makan Bergizi Gratis, namun di sisi lain masih ada sekolah yang harus bertahan dengan fasilitas belajar yang rusak berat dan membahayakan keselamatan.
Pihak sekolah menyatakan bahwa proposal yang diserahkan ke dinas pendidikan akhirnya direspon dan akan dianggarkan untuk pembangunan gedung sekolah baru pada tahun ini.
"Alhamdulilah sudah ada respon dan akan dianggarkan untuk pembangunan gedung baru. Rencana pelaksanaan tahun ini," pungkasnya.
Pihak sekolah, para guru, orang tua, serta ratusan siswa berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan total bangunan SD Negeri Tanggirejo. Mereka ingin proses belajar mengajar berlangsung di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak sehingga kualitas pendidikan dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
