Sementara itu, Direktur RSUD Ki Ageng Selo, Wahyu Tri Haryadi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa pembongkaran kios dilakukan karena lokasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan talud dan jembatan sebagai akses masuk rumah sakit dalam rangka pengembangan fasilitas.
“ Rencananya akan dibangun talud dan jembatan untuk akses keluar masuk pelayanan ke RSUD,” jelas Wayu Tri Haryadi.
Pihak rumah sakit telah memberikan tenggang waktu kepada para pedagang untuk membongkar kios secara mandiri. Apabila hingga batas waktu yang ditentukan tidak dilaksanakan, pembongkaran akan dilakukan secara paksa sesuai rencana.
“ Dikasih batas waktu untuk mengosongkan kios sendiri. Jika masih nekat tidak dibongkar ya terpaksa kita ambil tindakan selanjutnya.” Ujarnya.
Meski demikian, para pedagang menegaskan akan tetap bertahan dan berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang dinilai adil sebelum penggusuran dilaksanakan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
