BLORA, iNewsBoyolali.id – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diberbagai daerah mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, salah satunya di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kekosongan tersebut diduga akibat keterlambatan pasokan. Kondisi tersebut membuat masyarakat, terutama pengemudi kendaraan berbahan bakar diesel, kesulitan mendapatkan solar.
Salah satu SPBU yang mengalami kekosongan adalah SPBU Bangkle di Jalan Blora–Cepu. Sejak beberapa hari terakhir, stok solar di SPBU tersebut habis karena pengiriman dari pihak Pertamina mengalami keterlambatan.
Akibatnya, sejumlah kendaraan yang datang untuk mengisi bahan bakar terpaksa berbalik arah dan mencari SPBU lain yang masih memiliki stok.
Hartono, salah seorang warga, mengaku mulai kesulitan memperoleh solar dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, jika ada pasokan yang datang, antrean kendaraan biasanya sudah mengular sejak pagi.
"Sudah sekitar lima hari ini sulit mencari solar. Kalaupun ada, harus antre cukup lama karena banyak kendaraan yang mengisi," ujarnya, Selasa (30/6).
Pengawas SPBU Bangkle, Sutrisno, membenarkan bahwa kekosongan solar dipicu keterlambatan distribusi dari pihak Pertamina. Pihak SPBU, kata dia, masih menunggu pengiriman berikutnya agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
"Kami masih menunggu pasokan solar datang. Begitu pengiriman tiba, penjualan akan kembali dilakukan seperti biasa," katanya.
Selain keterlambatan distribusi, peningkatan konsumsi solar juga diduga menjadi salah satu penyebab menipisnya stok di sejumlah SPBU. Sejumlah pengguna kendaraan diesel disebut beralih dari BBM jenis Dexlite ke solar subsidi karena selisih harga yang lebih murah.
"Sebenarnya tidak kosong. Terkadang meskipun didalam tangkinya masih dan cukup untuk perjalanan, mereka tetep ikut antri mengisi BBM. Takut kalau SPBU lainnya kosong", Imbuhnya.
Masyarakat berharap pasokan solar segera kembali normal agar aktivitas transportasi dan distribusi barang tidak terganggu, mengingat solar masih menjadi bahan bakar utama bagi kendaraan angkutan barang, kendaraan niaga, dan alat berat di wilayah Blora.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
