BLORA, iNewsBoyolali.id- Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan seorang guru SMP dengan siswinya di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Percakapan tersebut menuai sorotan karena berisi ajakan untuk bertemu berdua di sebuah ruangan tertutup.
Dalam tangkapan layar yang beredar, percakapan bermula dari komentar sang guru terhadap status WhatsApp maupun media sosial siswinya. Namun, percakapan itu kemudian berkembang hingga mengarah pada ajakan pertemuan secara pribadi.
Kasus ini langsung memicu reaksi publik dan dinilai mencoreng dunia pendidikan di Blora. Banyak warganet mengecam dugaan tindakan tidak pantas tersebut.
Menindaklanjuti viralnya kasus ini, DPRD Kabupaten Blora melalui Komisi D memanggil pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial P3A untuk melakukan klarifikasi dalam rapat yang digelar pada Kamis (9/4/2026) kemarin.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Blora, Aklif Nugroho Widi Utomo, menyayangkan kejadian tersebut dan meminta penanganan serius dari pihak terkait.
"Kami mendorong agar dibentuk tim investigasi khusus untuk menangani kasus ini secara menyeluruh," tegasnya.
Aklif juga menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Blora. Ia meminta agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, DPRD memberikan tenggat waktu satu pekan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyelesaikan penanganan kasus tersebut. Pendampingan psikologis terhadap siswa juga diminta agar korban tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendalaman dan penanganan lebih lanjut atas kasus tersebut.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
