GROBOGAN,iNewsBoyolali.id – Sejumlah pengunjung objek wisata Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengeluhkan kondisi sumber api bersejarah tersebut yang tidak lagi menyala. Kondisi ini membuat wisatawan merasa kecewa karena ikon wisata yang mereka kunjungi ternyata dalam keadaan padam.
Para pengunjung hanya bisa menyaksikan area sumber gas tanpa adanya semburan api seperti yang selama ini dikenal. Mereka menyayangkan kondisi tersebut, mengingat Api Abadi Mrapen memiliki nilai sejarah dan legenda yang kuat serta kerap digunakan dalam berbagai ritual adat dan kegiatan nasional.
Ardi, salah satu pengunjung asal Semarang, Jawa Tengah, mengaku datang ke lokasi karena penasaran dengan informasi padamnya Api Abadi Mrapen yang sempat viral di media sosial beberapa pekan terakhir. Namun setibanya di lokasi, ia justru mendapati api tidak menyala sama sekali.
“Kecewa sekali, karena ini kan objek wisata bersejarah. Harapannya bisa segera diperbaiki,” ujar Ardi.
Sementara itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah membantah kabar bahwa Api Abadi Mrapen padam secara permanen. Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jawa Tengah, Dwi Suryono, menegaskan bahwa kandungan gas di sumber Api Abadi Mrapen masih sangat melimpah.
Menurutnya, tidak menyemburnya api disebabkan oleh saluran gas yang tertutup endapan lumpur, bukan karena habisnya sumber gas. Hal tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan pada alat kontrol yang berada di sekitar lokasi sumber api dan menemukan adanya lumpur yang mengendap di dalam saluran gas.
“Gasnya masih ada dan cukup melimpah. Hanya saja salurannya tertutup lumpur sehingga api tidak bisa menyala,” jelas Dwi Suryono.
Dinas ESDM Jawa Tengah berencana bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah untuk melakukan treatment atau penanganan khusus guna membersihkan lumpur yang menutup saluran gas tersebut. Diketahui, Api Abadi Mrapen tidak lagi menyala sejak awal Januari 2026.
“Kita bersama Dispora akan melakukan Treatment supaya semburan gas bisa kembali normal,”pungkasnya.
Kondisi ini dipastikan berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata Api Abadi Mrapen. Pemerintah pun berjanji akan segera melakukan perbaikan dan pembersihan saluran gas agar api dapat kembali menyala dan objek wisata tersebut kembali diminati pengunjung.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
