Ia menambahkan bahwa aksi ini tidak hanya membantu korban bencana, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa.
“Tentunya apabila ada saudara kita yang kena musibah, kita juga harus ikut merasakan. Hasil bantuan tersebut nantinya akan disalurkan melalui Lazizmu,” imbuhnya.
Selain membantu sesama, kegiatan ini juga mengenalkan siswa pada pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap bencana sejak usia dini. Para guru berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin untuk membentuk karakter siswa yang peduli pada lingkungan dan sesama.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
