Salah satu inisiatif yang membuatnya menjadi sorotan masyarakat dan media tahun 2017 awal karir menjadi Bhabinkamtibmas adalah program 1000 gembok untuk meningkatkan keamanan Kendaraan petani dari kasus pencurian motor di ladang dan persawahan. Tak hanya itu, Bripka Marwanto juga merespons serangan hama tikus pada tanaman dengan mencetuskan ide pembuatan Rumah Burung Hantu di persawahan, sebuah langkah yang diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.
Namun, yang lebih menjadi perhatian adalah perannya dalam membina dan melindungi komunitas penyandang disabilitas di dua wilayah Kecamatan Ampel dan Gladagsari yang berada dalam Komunitas Difabel Ampel (KDA) dan Komunitas Difabel Gladagsari (KDG). Ia memberikan dukungan materi dan moril sebagai penyemangat kaum Difabel, serta selalu menyempatkan dalam keseharian waktunya untuk pembinaan meningkatkan moril bagi komunitas tersebut, serta membantu mereka mengatasi kesulitan yang mereka hadapi dalam berkarya.
Di bidang lingkungan, Bripka Marwanto juga aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan desanya dengan menginisiasi program pengangkutan sampah menggunakan truk sampah, yang beliau keluarkan dari Tabungan uang gaji bulananya untuk fasilitas angkutan tersebut.
Perwakilan Difabel Bapak Sardi juga menyatakan “Dengan kepedulian dan pendampingan Bhabinkamtibmas Bripka Marwanto, terhadap pengembangan dan motivasi, sangat membantu dalam kemandirian dan melatih mental dan selalu siap, dalam kehidupan,dengan ketrampilan elektronik, Jahit, pengelasan, pembuatn Sabun, dirinya sangat bangga dan berterimakasih atas pendampingan dari Bhabinkamtibmas,” ucapnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait