Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kondisi Geografis Rawan Bencana, Komisi A DPRD DIY Desak Anggaran Mitigasi Ditambah 
Advertisement . Scroll to see content

DPRD DIY Dorong Pemda Bangun Ekosistem Digital Berbasis Big Data

Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB
  • author Kuntadi
DPRD DIY Dorong Pemda Bangun Ekosistem Digital Berbasis Big Data
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto saat memberikan keterangan persnya, Senin (2/11/2026). (foto: kuntadi)

YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id -  Komisi A DPRD DIY mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bergerak cepat dalam mengawal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemda DIY perlu membangun ekosistem digital yang tangguh demi mengoptimalkan pelayanan publik.

Ketua Komisi A DPRD DIY,  Eko Suwanto mengatakan akselerasi digital berkembang pesat pascapandemi Covid-19. lompatan ini telah mengubah pola aktivitas masyarakat. 

"Pemda DIY sudah memiliki landasan hukum yang kuat berupa Peraturan Daerah (Perda) TIK. Kita dorong agar lebih serius membangun ekosistem digital yang didukung sumber daya manusia (SDM) handal demi mengoptimalkan ragam pelayanan publik," ujar Eko Suwanto, Senin (2/11/2026).

Untuk mewujudkan ekosistem digital yang kokoh, kata Eko,  butuh empat pilar utama yang wajib dikerjakan Pemda DIY. Mulai dari penguatan literasi digital di masyarakat, penataan infrastruktur TIK yang aman untuk pelindungan data pribadi dan kejahatan siber, pemerataan pembangunan sarana prasarana fisik TIK, serta penyusunan dan pengolahan big data mikro warga DIY yang terintegrasi.

Menurutnya, ketersediaan data mikro yang presisi, seperti batas wilayah, luas lahan pertanian berkelanjutan, hingga pemetaan zona bahaya bencana—sangat krusial untuk pembangunan daerah.

"Perlu penyederhanaan dan integrasi aplikasi pelayanan publik agar tidak tumpang tindih, termasuk penyatuan sistem pemantauan seperti CCTV lintas instansi,"ujar politisi PDI Perjuangan ini. 

Eko meyakini penerapan ekosistem digital di DIY akan membawa dampak strategis pada sektor pendidikan, teknologi didedikasikan untuk menunjang proses belajar-mengajar Gen Z sekaligus membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru. Di sektor pelayanan publik, efisiensi ditunjukkan melalui percepatan penerbitan akta kelahiran dan kematian.

Sementara pada sektor ekonomi rakyat, optimalisasi platform SiBakul dengan subsidi ongkir diharapkan mampu memberdayakan pengusaha baru. Dukungan digital juga diarahkan untuk menciptakan ruang publik yang aman demi menunjang pariwisata, menggeser paradigma manajemen kebencanaan melalui pengintegrasian early warning system (EWS) dari Merapi hingga pantai selatan, serta mengakselerasi riset bermutu tinggi di ratusan perguruan tinggi DIY.

"Melalui integrasi teknologi ini, Pemda DIY akan mampu menjawab tantangan pengangguran, menekan angka gini ratio, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya. 

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut