Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 14 Hari Dicari, Jenazah Korban KM Virgo Asal Boyolali Akhirnya Dipulangkan
Advertisement . Scroll to see content

412 Mahasiswa UBY Diwisuda, Rektor Tantang Lulusan Berani Buka Lapangan Kerja

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:14 WIB
  • author Tata Rahmanta
412 Mahasiswa UBY Diwisuda, Rektor Tantang Lulusan Berani Buka Lapangan Kerja
Mahasiswa peserta wisuda Program Sarjana dan Magister UBY Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (24/10/2026). Foto: Istimewa

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Rektor Universitas Boyolali (UBY), Nanik Sutarni, menantang para lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya mengandalkan peluang kerja, tetapi juga berani menciptakan lapangan pekerjaan dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Nanik saat wisuda Program Sarjana dan Magister UBY Tahun Akademik 2025/2026 di Graha Amarta UBY, Sabtu (24/10/2026). Dalam prosesi tersebut, sebanyak 412 mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana dan magister.

“Jangan hanya menjadi generasi pencari kerja, tetapi jadilah generasi pencipta kerja,” tegas Nanik.

Menurutnya, kelulusan bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal bagi para lulusan untuk membuktikan kompetensi, integritas, dan kemampuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah persaingan dunia kerja dan pesatnya perkembangan teknologi, lulusan perguruan tinggi dituntut mampu beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, serta memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak.

Dari total 412 wisudawan dan wisudawati, sebanyak 82 orang merupakan penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Boyolali yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.

Selain meluluskan mahasiswa program sarjana, UBY juga mewisuda tujuh mahasiswa Program Magister Hukum. Capaian ini menjadi bagian dari perkembangan pendidikan pascasarjana di kampus tersebut.

Nanik mengapresiasi dukungan Pemkab Boyolali melalui program beasiswa yang membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Perkembangan UBY juga terlihat dari latar belakang mahasiswa yang semakin beragam. Mahasiswa kampus tersebut tidak hanya berasal dari Boyolali, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Salah satu lulusan yang menarik perhatian adalah Vincent Raditya dari Jakarta. Di tengah kesibukannya menjalani profesi sebagai pilot, ia berhasil menuntaskan pendidikan sarjana Ilmu Hukum di UBY.

Ada pula Isnawati asal Bali yang berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Sementara itu, dua lulusan Program Studi Peternakan, Wasiah Darojatun dan Hammam Abdullah, mampu menyelesaikan pendidikan sambil bekerja di Australia ketika masih berstatus mahasiswa aktif.

Kisah para lulusan tersebut menunjukkan bahwa kesibukan profesional bukan penghalang untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi.

UBY juga mencatat prestasi mahasiswa di bidang akademik dan nonakademik, mulai tingkat regional hingga internasional.

Mahasiswa dan lulusan Program Studi Peternakan, Dika Gilang dan Yusuf Abdullah, misalnya, berhasil memperoleh pendanaan dan menembus Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 di Universitas Hasanuddin. Mereka mengusung inovasi peternakan ayam petelur berbasis konsep zero waste atau minim limbah.

Sementara itu, Yudi Ali Wardana dari Program Studi Manajemen dipercaya mewakili UBY dalam program pembinaan kepemimpinan nasional Indonesia Future Leaders Camp (FLC).

Tak hanya mendorong prestasi akademik, UBY berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Salah satu wujudnya melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali. Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika mengembangkan aplikasi ARIMBI yang telah diterapkan di Kebun Raya Indrokilo Boyolali.

Di sektor pertanian, mahasiswa Program Studi Agroteknologi berkolaborasi dengan mahasiswa Teknik Informatika mengembangkan program Smart Greenhouse. Program ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan sektor pertanian.

UBY juga menjalankan program Kampus Mengajar dan pengabdian kepada masyarakat di sejumlah wilayah Boyolali. Kegiatannya meliputi pelatihan teknologi, budidaya melon, pemasaran digital, pengolahan pisang, hingga budidaya maggot.

Berbagai program tersebut diharapkan dapat mempertemukan ilmu pengetahuan di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Nanik mengingatkan para lulusan bahwa tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tidak sebatas mendapatkan pekerjaan. Mereka juga harus mampu menghadapi perubahan teknologi, ketidakpastian ekonomi, serta dinamika sosial dan kebangsaan.

Ia meminta lulusan tetap kritis terhadap politik dan kebijakan publik, tetapi tidak mengabaikan etika, moral, dan tanggung jawab ketika menyampaikan pendapat.

“Kami mendorong lulusan agar bersikap kritis terhadap politik dan kebijakan publik, tetapi tetap menjaga moral, integritas, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat,” katanya.

Menurut Nanik, derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial harus diimbangi kemampuan memeriksa fakta, menghindari provokasi, serta menghormati perbedaan pandangan.

Ia menegaskan bahwa dunia kerja tidak hanya menilai seseorang berdasarkan gelar akademik, tetapi juga kemampuan menyelesaikan persoalan, bekerja sama, dan menjaga kepercayaan.

Karena itu, pemanfaatan teknologi digital dan AI perlu diimbangi kompetensi profesional serta nilai-nilai kemanusiaan.

Lebih jauh, Nanik berharap para lulusan UBY berani melihat potensi daerah asal sebagai peluang untuk berkarya dan membangun masa depan.

Menurutnya, kontribusi terhadap pembangunan daerah tidak selalu harus diwujudkan melalui proyek besar. Membantu UMKM berkembang, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, hingga membantu masyarakat memahami hak-haknya merupakan bentuk pengabdian yang berarti.

“Jangan menganggap membangun daerah sebagai pekerjaan kecil. Jangan menganggap mengabdi di kampung halaman sebagai pilihan kelas dua,” pesannya.

Nanik menegaskan, UBY berkomitmen tidak sekadar meluluskan mahasiswa, tetapi juga mendorong inovasi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal bagi para lulusan untuk menjaga integritas, mengembangkan potensi diri, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ilmu yang diperoleh para lulusan dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan, menjaga integritas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, Kabupaten Boyolali, dan Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut