Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ponpes di Boyolali Berencana Setop Terima MBG
Advertisement . Scroll to see content

Beda Pilihan, Tetap Rukun! Boyolali Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:40 WIB
  • author Tata Rahmanta
Beda Pilihan, Tetap Rukun! Boyolali Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali, Ali Muhson. (Foto: Istimewa).

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Keberagaman menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Boyolali. Perbedaan latar belakang, profesi, pandangan hingga aktivitas sosial menjadi tantangan sekaligus kekuatan dalam menjaga persatuan dan kerukunan.

Persatuan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, komunikasi terbuka hingga penyelesaian masalah melalui musyawarah menjadi langkah sederhana yang dapat menjaga keharmonisan masyarakat.

Gotong royong juga menjadi salah satu cara memperkuat kebersamaan. Dengan mengesampingkan perbedaan dan mengutamakan kepentingan bersama, masyarakat dapat menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali, Ali Muhson mengatakan, persatuan, kedamaian, dan kerukunan harus menjadi kepentingan bersama.

“Bagi kami, selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali, berpendapat bahwa persatuan, kedamaian dan kerukunan itulah yang utama. Segala upaya harus dilakukan untuk mewujudkannya,” kata Ali.

Menurutnya, menjaga persatuan tidak bisa dilakukan oleh satu kelompok saja. Pemerintah daerah dan berbagai organisasi kemasyarakatan perlu bersama-sama membangun kehidupan yang harmonis.

“Upaya-upaya itu harus dilakukan secara bersama dan ada kebersamaan. Artinya bukan hanya sepihak atau hanya dua pihak,” ujarnya.

Ali juga mendorong dialog antara tokoh agama dan tokoh organisasi kemasyarakatan terus dilakukan. Dialog dinilai penting untuk menyamakan pemahaman mengenai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semua ormas dan pemerintah daerah sebagai pembina ormas harus aktif, lapang dada, dan punya inisiatif untuk menciptakan persatuan, kedamaian dan kerukunan itu,” jelasnya.

“Dialog antar tokoh umat beragama dan tokoh ormas hendaknya selalu dibangun, utamanya menyamakan konsepsi seperti apa tasamuh atau toleransi yang kita bangun,” katanya.

Ali menegaskan, toleransi tidak sekadar menghormati orang lain yang menjalankan keyakinannya. Toleransi juga berarti menghargai pilihan orang lain yang berbeda.

“Toleransi itu bukan saja menghormati dan menghargai orang lain yang melaksanakan keyakinan atau ajarannya yang diyakini kebenarannya, tetapi juga menghormati dan menghargai orang lain yang tidak melaksanakan ajaran yang menurutnya itu tidak benar,” jelas Ali.

Ia mencontohkan perbedaan dalam praktik keagamaan yang seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling membenci atau mengucilkan.

“Bagi yang mau tahlilan, shalawatan, barjanjen dan manakiban ya silahkan, tidak usah dibenci dan dikucilkan. Tetapi bagi yang tidak mau tahlilan, shalawatan, barjanjen dan manakiban ya silahkan, tidak usah dibenci dan dikucilkan,” ujarnya.

“Itu konsepsi toleransi kami,” tegasnya.

Tantangan menjaga kerukunan juga muncul di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Informasi dapat menyebar dengan cepat sehingga masyarakat perlu lebih bijak sebelum mempercayai maupun membagikannya.

Memastikan kebenaran informasi menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya prasangka maupun konflik di tengah masyarakat.

Perbedaan pendapat di media sosial juga perlu disikapi secara dewasa. Kebebasan menyampaikan pandangan harus diimbangi dengan sikap menghargai pendapat orang lain.

Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga semangat persatuan. Ruang digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, budaya lokal, kegiatan sosial serta membangun kolaborasi positif.

Persatuan juga dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, sekolah, tempat kerja, tetangga hingga komunitas. Saling menyapa, membantu warga yang membutuhkan, menghormati kegiatan orang lain, menjaga kebersihan dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi menjadi bentuk nyata menjaga kerukunan.

Boyolali dengan keberagaman yang dimilikinya memiliki peluang besar untuk terus memperkuat semangat kebersamaan. Persatuan bukan berarti semua orang harus memiliki pandangan yang sama, melainkan mampu berjalan bersama meski memiliki perbedaan.

Dengan terus merawat kepedulian, gotong royong, komunikasi dan sikap saling menghormati, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan kehidupan masyarakat Boyolali yang aman, rukun dan harmonis.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut