Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Semarak Merah Putih di Banyuanyar, UMKM hingga Potensi Wisata Desa Jadi Sorotan
Advertisement . Scroll to see content

Dukung UMKM Naik Kelas, Mahasiswa UGM Ciptakan Intoco untuk Tempering Cokelat

Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB
  • author Kuntadi
Dukung UMKM Naik Kelas, Mahasiswa UGM Ciptakan Intoco untuk Tempering Cokelat
Mahasiswa UGM mendorong UMKM di Kulon Progo naik kelas dengan menciptakan Intoco berupa alat pemanas cokelat. (foto: istimewa)

KULONPROGO, iNewsboyolali.id - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Intoco (Integrated Tempering Operation with Cooling Heating Control). Alat pemanas dan pendingin cokelat terintegrasi ini diciptakan untuk membantu Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis di Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo.

Pengolahan cokelat manual di KWT Pawon Gendis sebelumnya memakan waktu hingga satu jam dengan risiko kegagalan produksi mencapai 40 persen akibat suhu yang sulit dikendalikan. Intoco hadir sebagai solusi teknologi tepat guna yang praktis, terukur, dan terjangkau bagi UMKM dibanding mesin tempering di pasaran yang mahal.

"Pengembangan Intoco berangkat dari kebutuhan mitra terhadap proses tempering yang lebih efisien dan mudah dikendalikan," kata Ketua Tim PKM-PI, Muhammad Fajar, Senin (14/9/2026).

Di bawah bimbingan dosen Sekolah Vokasi UGM, Irfan Bahiuddin, tim lintas disiplin yang beranggotakan Muhammad Fajar, Aziz Dafa Fadillah, Samuel Panji Sri Wijaya, Hanum Rahma Nurfadila, dan Nagita Selviana ini menggabungkan rekayasa mesin, ilmu pangan, dan ekonomi pertanian.

Secara teknis, Intoco mengusung sistem pendingin dan pemanas berbasis Peltier yang didukung radiator, mixer otomatis, serta layar monitor untuk pemantauan suhu secara real-time.

Pengoperasiannya sangat praktis. Pengguna cukup memasukkan pasta nibs, menyalakan mesin, lalu memilih opsi "Temper" dan jenis cokelat (milk atau dark) pada monitor. Sistem akan otomatis menjalankan siklus tempering tanpa perlu pemanasan dan pendinginan terpisah.

Didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI serta UGM, tim berharap Intoco dapat memangkas risiko kegagalan produksi, meningkatkan konsistensi kualitas, dan menjadi opsi teknologi bagi pelaku industri cokelat lokal lainnya.

Dosen pendamping PKM-PI, Irfan Bahiuddin, pengembangan Intoco memadukan aspek rekayasa mesin, pengolahan pangan, dan pengelolaan usaha. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan mitra sekaligus meningkatkan efisiensi dan konsistensi proses tempering cokelat. 

“Melalui inovasi ini, kami berharap Intoco dapat membantu mitra mengoptimalkan proses produksi, mengurangi tingkat kegagalan, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha cokelat,” tuturnya.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut