Truk Trailer Terjun ke Jurang 15 Meter di Boyolali, Sopir Tewas Terjepit
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Jembatan Kenteng, Desa Kenteng, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Sebuah truk trailer bernomor polisi H 8626 OH terperosok dan terguling ke dasar jurang sedalam sekitar 15 meter. Sopir truk tewas setelah terjepit di dalam kabin.
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Petugas gabungan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mengeluarkan korban dari dalam kabin.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali Iptu Bambang Nova mengatakan proses evakuasi terkendala medan yang terjal.
"Sulitnya medan evakuasi pada laka lantas tunggal ini karena jurang begitu terjal. Antara 10-15 meter dari jalan," kata Bambang.
Selain medan, proses evakuasi juga terkendala posisi kabin yang terjepit badan trailer dan tertimpa muatan kapas.
"Kepalanya terjepit body trailer dan ditumpuk-tumpuk dengan muatan kapas tersebut," ujarnya.
Petugas kemudian mengerahkan truk derek untuk menggeser badan trailer agar korban dapat dikeluarkan dari kabin.
Setelah lebih dari dua jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi. Namun, sopir yang diketahui berasal dari Ambarawa tersebut telah meninggal dunia.
"Kondisi sopir meninggal dunia. Terjepit antara dasbor dan jok penumpang," ungkap Bambang.
Istri dan kerabat korban yang tiba di lokasi terlihat terpukul dan tak kuasa menahan kesedihan.
Bambang menjelaskan, kecelakaan bermula ketika truk melaju dari arah Semarang menuju Solo dengan membawa muatan kapas sekitar 20 ton.
Saat melintasi jalur turunan dan tikungan sebelum Jembatan Kenteng, truk diduga mulai oleng ke arah kanan hingga menabrak guardrail dan terjun ke jurang.
Berdasarkan hasil penanganan di lokasi, polisi tidak menemukan bekas pengereman di sekitar titik awal guardrail mengalami kerusakan.
"Indikasi microsleep. Diperkirakan seperti itu karena di seputaran awal mula kerusakan guardrail tidak ada tanda pengereman sama sekali," kata Bambang.
Dugaan tersebut juga diperkuat keterangan saksi yang melihat truk sudah oleng sebelum keluar dari badan jalan.
"Karena dari awal ada saksi yang menyampaikan, dari sana kendaraan sudah terlalu goyang ke kanan terus," jelasnya.
Meski demikian, polisi belum memastikan microsleep sebagai penyebab kecelakaan. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Bambang memastikan kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal karena hanya melibatkan satu kendaraan.
Jasad korban kemudian dievakuasi dari dasar jurang dan dibawa ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.
Editor : Tata Rahmanta