538 Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Diwisuda, Rektor Tekankan Inovasi dan Kreativitas
YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengukuhkan 538 lulusan dalam Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Multipurpose kampus setempat, Kamis (13/8/2026). Rektor Prof Noorhaidi menekankan pentingnya daya inisiatif, kreativitas, dan inovasi bagi para sarjana dalam menghadapi era disrupsi, perlambatan ekonomi, serta pesatnya otomatisasi industri.
Para wisudawan terdiri atas 188 lulusan Fakultas Syariah dan Hukum, 149 lulusan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, 105 lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, serta 96 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
“Para lulusan agar tidak berhenti berinisiatif, berpikir kreatif, dan berani membuka peluang untuk menembus masa depan,” kata rektor.
Rektor mengajak para wisudawan memaknai kelulusan secara lebih filosofis. Mengutip puisi Joko Pinurbo yang menggambarkan Yogyakarta sebagai kota istimewa yang terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Ketiga kata tersebut sebagai metafora untuk merefleksikan ikatan para lulusan dengan UIN Sunan Kalijaga serta tanggung jawab yang menyertai langkah mereka selepas meninggalkan kampus.
“Ilmu tidak cukup hanya dimiliki, tetapi harus diberdayakan untuk membuka jalan menuju masa depan,” katanya.
Para lulusan akan memasuki dunia yang sedang menghadapi perlambatan ekonomi, krisis iklim, konflik, melemahnya sejumlah sektor industri, serta perkembangan otomatisasi. Lulusan untuk hadir dengan gagasan-gagasan segar dan keberanian menciptakan peluang.
“Jangan berhenti berinisiatif, jangan berhenti berpikir, jangan berhenti kreatif, dan jangan berhenti membuka kesempatan untuk menembus masa depan,” ujarnya.
Wakil wisudawan Ratu Sheba Sofie Ahimsa mengatakan, gelar sarjana dan toga yang disandang membawa amanah moral untuk mengutamakan nilai kemanusiaan, integritas, dan kemaslahatan publik di atas sekadar mengejar materi atau jabatan.
“Setelah diwisuda kita membawa tanggung jawab agar ilmu tidak berhenti sebagai jalan menuju kenyamanan pribadi, tetapi tumbuh menjadi daya yang memanusiakan manusia,” katanya.
Pada jenjang sarjana, lulusan terbaik diraih oleh Muhammad Agil Husein (FDK), Ratu Sheba Sofie Ahimsa (FSH), Rif’atul Maula (FUPI), dan Tiara Febriani (FEBI).
Untuk jenjang magister, penghargaan diberikan kepada Muhammad Rafiq Meilandi (FDK), Hendri Kurniawan (FSH), Mustiadi Gafar Alifandi (FUPI), dan Yuliyanti (FEBI). Sementara pada jenjang doktor, penghargaan diraih oleh Destiana Kumala dari Fakultas Syariah dan Hukum dengan IPK 3,98.
Editor : Tata Rahmanta