get app
inews
Aa Text
Read Next :  Resmikan Prodi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga, Menag: Lahirkan Dokter Bekal Ilmu Agama

Kolaborasi UIN Sunan Kalijaga dan BPIP, Perkuat Pendidikan Pancasila Berbasis Integrasi Ilmu

Senin, 27 Juli 2026 | 17:59 WIB
header img
Ketua BPIP Prof Yudian Wahyudi memukul gong, membuka Simposium Nasional pendidikan Pancasila di UInN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (27/7/2026). (foto: Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Simposium Nasional Pendidikan Pancasila di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Senin (27/7/2026). Forum ini untuk mendorong penguatan Pendidikan Pancasila agar tidak sekadar menjadi bahan hafalan, melainkan landasan etis yang menyatu dalam keilmuan, spiritualitas, dan tindakan nyata.

Simposium dibuka Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi, didampingi Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Noorhaidi Hasan, dan Ketua Panitia sekaligus Direktur CIINTRA, Prof Eva Latipah.

Menurut Eva Latipah, tantangan utama Pendidikan Pancasila saat ini adalah proses internalisasi nilai dalam kehidupan sehari-hari. 

“Pembelajaran Pancasila harus bergeser dari pendekatan normatif menuju penerapan yang mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan persoalan nyata di berbagai bidang ilmu.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi Hasan menegaskan pentingnya menghadirkan Pancasila di luar pendekatan legalistik atau indoktrinatif. 

“Di tengah arus globalisasi, Pancasila harus hadir melalui perspektif integratif dan interkonektif agar hidup dalam seluruh proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi mengingatkan pentingnya memadukan penguasaan sains dan teknologi dengan nilai-nilai moralitas serta kebangsaan. UIN Sunan Kalijaga memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Simposium kemudian dilanjutkan dengan sesi panel ilmiah yang menghadirkan empat akademisi terkemuka, yaitu Prof Amin Abdullah yang membahas Pancasila sebagai etika keilmuan, Prof Melani Budianta yang membedah Pancasila sebagai praktik kebudayaan, Prof Siti Ruhaini Dzuhayatin yang menyoroti perspektif gender dan kemanusiaan global, serta Prof Sahiron Syamsuddin yang memaparkan integrasi kajian Islam dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan robotika

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut