Bubarkan Pengajian, Ratusan Anggota PWI LS Bentrok dengan Warga dan Panitia
GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Pengajian akbar yang menghadirkan penceramah KH Anwar Zahid bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, diwarnai aksi penolakan dari ratusan anggota Ormas Perjuangan Walisongo Laskar Sabilillah (PWI LS).
Aksi penolakan sempat berujung bentrokan antara massa PWI LS dengan panitia pengajian, petugas keamanan, dan sejumlah warga. Dalam video amatir yang beredar, terlihat seorang anggota PWI LS diamankan warga dan petugas keamanan. Di lokasi lain, bentrokan juga terjadi hingga mengakibatkan dua orang mengalami luka sobek akibat benturan benda keras.
Ketua PWI LS Grobogan, Ghufron Zainuri, mengatakan organisasinya menolak kehadiran sejumlah habib dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, penolakan dilakukan karena mereka menilai ajaran yang dibawa telah menyimpang dari syariat Islam.
“Kami menolak keras kedatangan para habib di Grobogan, karena saya khawatir akan menyesatkan umat Islam dimana mereka mengajarkan khurofat . Dimana negara Indonesia ini diklaim milik Tarim yang ada di Negara Yaman, padahal perjuangan ini murni dsri leluhur bangsa kita,” jelas Ghufron Zainuri.

Ia mengklaim pihaknya telah empat kali menyampaikan keberatan kepada panitia agar tidak menghadirkan habib dalam pengajian tersebut, namun permintaan itu tidak direspons.
“ Kita telah menginstruksikan kepada tuan rumah dan kepolisian untuk tidak mengadakan pengajian yang melibatkan Habaib di Grobogan, tapi tidak direspon dan kita siap untuk membubarkan,” tandasnya.
Sementara itu, panitia pengajian, Yanto, membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan kegiatan pengajian murni bertujuan untuk syiar Islam dan tidak dimaksudkan memicu konflik dengan kelompok mana pun.
“Ini sebenarya adalah acara syukuran kita dan ingin mengadakan pengajian untuk masyarakat, tidak ada tendensi atau maksud apa-apa ketika kita pingin menghadirkan habib Bidin dan abah Anza, hanya ingin mengaji bersama warga,”jelas Yanto.
Editor : Tata Rahmanta