get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemilik Rokok HS Komitmen Tampung Karyawan Disabilitas dan Perluas Pasar Nasional

Dengarkan Suara Mahasiswa, UMY Komitmen Wujudkan Kampus Ramah Disabilitas

Senin, 20 Juli 2026 | 19:24 WIB
header img
Talkshow Inklusivitas dan peluncuran UMY Magz edisi 7 di Perpustakaan UMY, Senin (20/7/20260. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id  - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang ramah disabilitas. Pihak rektorat membuka ruang diskusi dengan pusat studi dan mahasiswa disabilitas untuk merumuskan arah pembangunan kampus yang benar-benar inklusif.

Direktur Direktorat Operasional dan Infrastruktur Berkelanjutan UMY, Surya Budi Lesmana mengatakan, kampus bergerak berbasis data dan aduan nyata. Setiap bulannya, ada sekitar 500 laporan terkait fasilitas kampus. Mulai dari masalah teknis kecil hingga evaluasi infrastruktur besar—yang dievaluasi setiap minggu.

Fokus UMY saat ini adalah melakukan retrofit (penyesuaian) pada bangunan-bangunan lama agar ramah disabilitas, bukan sekadar membangun gedung baru. Salah satu proyek besar yang sedang digodok adalah peningkatan aksesibilitas di Masjid KH Ahmad Dahlan UMY.

"Tantangan terbesar kami adalah menemukan desain arsitektur yang paling tepat. Misalnya, jika ingin memasang lift di masjid untuk kebutuhan penyandang disabilitas dan lansia, posisi dan desainnya harus benar-benar matang agar fungsional," ungkap Surya pada  peluncuran UMY Magz Edisi ke-7 bertajuk "Menumbuhkan Ruang Aman untuk Semua" di Public Space Perpustakaan UMY, Senin (20/7/2026).

Ketua Pusat Studi Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial UMY, Arni Surwanti menekankan bahwa perspektif penyandang disabilitas wajib menjadi dasar dalam setiap pengambilan kebijakan kampus. Persoalan disabilitas sering kali baru benar-benar dipahami ketika disampaikan langsung oleh mereka yang mengalaminya. 

“Itulah mengapa berkomunitas menjadi krusial sebagai ruang berbagi dan memperkuat advokasi hak-hak mereka,” tegas Arni.

Bagi UMY, membangun kampus inklusif adalah kerja kolektif. Melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur yang adaptif, layanan pendidikan yang setara, dan keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, UMY optimis dapat menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi siapa saja tanpa terkecuali. 

Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI-FSIP) Intan Tri Agustin, yang merupakan penyandang disabilitas daksa, membagikan pengalamannya. Dia mengapresiasi atmosfer kampus yang suportif dan nyaman. Namun ada beberapa titik aksesibilitas fisik yang masih perlu dibenahi.

Toilet disabilitas sebaiknya tidak hanya ada di lantai dasar, tetapi di setiap lantai yang aktif digunakan mahasiswa untuk kuliah,” kata Intan.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut