Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kreatif! Pemuda Desa Tanjungrejo Kelola Sampah Jadi Cuan dan Pupuk Organik
Advertisement . Scroll to see content

Emak-emak Pimpin Aksi Tutup Tambang Galian C di Grobogan, Truk dan Alat Berat Dihentikan

Rabu, 01 Juli 2026 | 16:36 WIB
  • author Rustaman Nusantara
Emak-emak Pimpin Aksi Tutup Tambang Galian C di Grobogan, Truk dan Alat Berat Dihentikan
Warga Gelas Aksi Tuntut Tambang Galian C Ditutup, Dikhawatirkan Sumber Mara Air dan Ekosistem Akan Rusak. Foto: iNews

GROBOGAN,iNewsBoyolali.id– Ratusan warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di lokasi tambang galian C, Rabu. Aksi yang didominasi kaum ibu ini diwarnai ketegangan saat warga menghentikan truk pengangkut batu padas yang hendak beroperasi serta menyingkirkan dua alat berat dari area tambang.

Sebelum tiba di lokasi, massa melakukan longmarch sejauh sekitar 500 meter sambil membawa spanduk dan poster bertuliskan penolakan terhadap aktivitas penambangan. Setibanya di pintu masuk tambang, mereka menutup akses jalan dan bergantian menyampaikan orasi.


Warga Sweeping Alat Berat Dari Lokasi Tambang Galian C

Dalam aksinya, warga menolak keberadaan tambang meski pihak pengelola mengklaim telah mengantongi izin operasi produksi. Warga khawatir aktivitas penambangan akan merusak lingkungan, terutama mengancam sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan sejumlah desa untuk kebutuhan sehari-hari dan irigasi lahan pertanian.

Selain itu, warga juga menilai lalu lintas truk bermuatan batu padas berpotensi menimbulkan polusi debu dan mengganggu kenyamanan masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui.

Sesepuh Desa Tegalrejo, Kasim Ahmad Syahid, mengatakan selama aktivitas penambangan berlangsung, pihak pengelola tidak pernah melakukan sosialisasi maupun meminta persetujuan kepada warga dan pemerintah desa.

“ Kami tidak mau sumber mata air dan ekosistem sekitar tambang rusak akibat penambangan. Selain itu debu juga sangat mengganggu warga ketika truk pengangkut batu padas ini melintas” tegas Kasim Ahmad Syahid.

”Saya meminta pemerintah terutama pak Prabowo untuk mengkaji ulang izin penambangan ini karena sangat berdampak buruk,”tambahnya.

Sementara itu, Ajong, petugas keamanan tambang, mengaku tidak berada di lokasi saat aksi berlangsung karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ia menyatakan akan menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutan warga kepada pemilik tambang.

“ saya tidak berani muncul di tengah aksi karena takut terjadi apa-apa jadi saya nyingkir saja. Terkait tuntutan warga nanti saya sampaikan ke pemilik tambang dulu,” jelas Ajong.

Menurut pihak pengelola, tambang tersebut telah memiliki izin operasi produksi dari pemerintah sehingga aktivitas penambangan dinilai telah sesuai ketentuan. Namun, warga tetap mendesak agar kegiatan tambang dihentikan karena dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber mata air.

Selama aksi berlangsung, seluruh dump truk yang berada di lokasi diminta meninggalkan area tambang. Massa kemudian masuk ke kawasan tambang sambil meneriakkan tuntutan agar galian C ditutup permanen.

Aksi berakhir dengan tertib setelah seluruh rangkaian unjuk rasa selesai. Warga menyatakan akan kembali menggelar aksi apabila tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan dari pihak pengelola tambang.

 

 

 

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut