get app
inews
Aa Text
Read Next : Gasak Komponen AC Koperasi Merah Putih di Boyolali, Pemulung Ditangkap Polisi

5 Calon Manejer Kopdes Meninggal, DPRD DIY Minta Ada Investigasi

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16 WIB
header img
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwnato. (Foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNewsBoyolali.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY ikut berduka atas meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka mendesak pelatihan seperti ini dihentikan ada ada investigasi untuk mengungkap penyebab kematian.  

“Kami sampaikan turut berduka atas wafatnya saudara-saudara kita yang mengikuti Latsar Manajer KDMP,” kata ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, Rabu (1/7/2026). 

Eko berharap agar pelatihan ini dihentikan sementara sambil dilakukan evaluasi terkait seluruh kegiatan yang ada. Keselamatan peserta harus menjadi unsur utama yang perlu mendapat perhatian.  

“Jangan sampai ada lagi korban meninggal," kata politisi PDIP ini. 

Menurutnya, evaluasi pelatihan calon manajer Kopdes penting, termasuk mencakup standar rekrutmen peserta, metode pelatihan, kurikulum, kompetensi instruktur, sarana prasarana hingga dukungan layanan kesehatan selama pelatihan berlangsung. Proses seleksi peserta semestinya diawali dengan pemeriksaan kesehatan yang memadai, termasuk penelusuran riwayat penyakit. 

"Ada peserta dengan catatan henti jantung. Ini harus didalami, apakah sebelum pelatihan dilakukan tes kesehatan, apakah selama pelatihan juga ada pemeriksaan kesehatan," kata Eko Suwanto. 

Politisi yang dikenal dengan program Sinau Pancasila ini menegaskan pentingnya evaluasi terhadap metode pelatihan yang diterapkan. Materi pembentukan karakter dan kedisiplinan harus disesuaikan dengan kebutuhan calon manajer koperasi, tanpa mengabaikan kondisi fisik peserta.

"Metode pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan pesertanya. Mungkin yang lebih dibutuhkan adalah pembentukan kedisiplinan, manajemen, mental model, kejujuran, dan integritas," ujarnya. 
 
Selain evaluasi internal, Eko Suwanto meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi secara menyeluruh, terbuka, dan berkeadilan atas meninggalnya lima peserta tersebut. Investigas perlu melibatkan para ahli dan praktisi yang memahami standar pelatihan serta metode pengembangan peserta. 

"Dalam standar pelatihan harus mengedepankan keselamatan, luka saja tidak boleh, apalagi meninggal. Maka harus ada pihak yang bertanggung jawab secara hukum. Ini penting sebagai koreksi dan evaluasi terhadap program-program pemerintah," kata Eko Suwanto.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut