get app
inews
Aa Text
Read Next : Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Blora Naikkan Harga hingga Kurangi Produksi

Pengrajin Tahu di Blora Menjerit! Harga Kedelai hingga Plastik Naik, Tahu Terpaksa Naik 5 Persen

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:57 WIB
header img
Tardi pengrajin tahu di Blora, Jawa Tengah sedang memotong tahu. Foto: iNews

BLORA, iNewsBoyolali.id - Kenaikan harga kedelai import yang tak kunjung stabil membuat pengrajin tahu di Kabupaten Blora mulai kelimpungan. Demi bertahan dari lonjakan biaya produksi, mereka terpaksa menaikkan harga jual tahu hingga 5 persen.

Salah satunya dirasakan Tardi, pengrajin tahu di Desa Tanjung, Kecamatan Tunjungan, Blora. Ia mengaku kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kedelai impor, tetapi juga bahan pendukung lain seperti plastik dan minyak goreng curah.

"Harga kedelai impor sekarang naik dari Rp 9 ribu jadi Rp 11 ribu per kilogram. Plastik juga naik hampir 100 persen, minyak goreng ikut naik," kata Tardi saat ditemui di lokasi produksinya.

Menurutnya, kedelai impor masih menjadi pilihan utama karena menghasilkan kualitas tahu yang lebih baik dibanding kedelai lokal. Meski biaya produksi melonjak, Tardi tetap mempertahankan produksi sekitar 6 kuintal kedelai per hari.

Selama lebih dari 20 tahun menjalankan usaha tahu, Tardi dibantu 25 pekerja. Lima orang bekerja di bagian produksi, sementara 20 lainnya menjadi pengecer yang mendistribusikan tahu ke wilayah Kecamatan Kedungtuban, Kradenan hingga Randublatung.

Kenaikan harga bahan baku pangan, termasuk kedelai impor, memang tengah dirasakan pelaku usaha tahu dan tempe di berbagai daerah.

Dampak kenaikan harga juga dirasakan pedagang tahu eceran. Sarmini, salah satu pengecer, mengaku terpaksa ikut menaikkan harga jual.

"Yang sebelumnya satu ikat Rp 3 ribu, sekarang jadi Rp 3.500. Awalnya banyak pembeli mengeluh, tapi lama-lama mereka paham karena semua harga bahan naik," ujarnya.

Meski harga naik, permintaan tahu di pasaran masih cukup stabil. Para pengrajin berharap harga kedelai segera kembali normal agar usaha kecil seperti mereka tidak semakin tertekan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut