Maknai Semangat Kartini, Dinkop dan UKM Sleman Latih Kemandirian Perempuan
SLEMAN, iNewsboyolali.id - Semangat Kartini mengilhami Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman untuk memberdayakan kaum perempuan agar bisa lebih mandiri. Mereka menggelar pelatihan tata kecantikan (beauty class) agar kaum hawa bisa mandiri dan menambah ekonomi keluarga.
Ketua Tim Kerja Fasilitasi Layanan dan Pembiayaan Dinkop UKM Sleman, Werdiningsih mengatakan, program pelatihan kepada masyarakat sudah sering mereka laksanakan. Dari program digital marketing, pelatihan usaha kuliner dan berbagia pelatihan lainnya. Tahun ini ada paket yang berbeda dengan membuka pelatihan beauty class. Hal ini tidak lepas dari tingginya minat masyarakat untuk tampil lebih cantik dan bisa menjadi peluang usaha.
“Memaknai Hari Kartini kami membuka pelatihan kecantikan facial dasar agar perempuan bisa lebih mandiri,” katanya.
Pelatihan ini mendapat respons positif di masyarakat. Terbukti ada 70 calon peserta dan pada batch pertama diikuti 20 peserta.
“Kami ingin memberikan modal mereka untuk menciptakan usaha baru meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Program pelatihan ini menggandeng DRW Academy yang merupakan lembaga pelatihan ketrampilan (LPK) dan lembaga sertifikasi profesi. Founder DRW Corporation, dr Wahyu Triasmara, program ini dirancang untuk memberikan bekal nyata bagi perempuan agar lebih berdaya secara ekonomi. Industri kecantikan saat ini bukan lagi sekedar gaya hidup namun menjadi kebutuhan pasar yang potensinya snagat besar. Mereka siap bekerja sama dan memberdayakan wanita-wanita Indonesia.
“Tidak hanya merawat diri tetapi bisa menjadi jasa pelayanan di masyarakat,” katanya.
Selama pelatihan, peserta diajarkan teknik facial basic yang komprehensif, selaras standar perawatan wajah paling dasar. Mulai dari pembersihan wajah atau cleansing, mengangkat komedo, hingga teknik pijat atau massage untuk relaksasi otot dan memperlancar aliran darah.
"Banyak yang berpikir pakai krim malam-siang saja cukup untuk glowing. Padahal, sel kulit mati harus diangkat rutin melalui facial,” katanya.
Salah satu peserta Maxima Zeta Raspati (55) mengaku awalnya dia membuka usaha di bidang kuliner. Namun banyak konsumen yang minta untuk dilakukan perawatan.
“Setelah mengikuti pelatihan ini saya ingin membuka bisnis home care facial treatment,” katanya.
Selama pelatihan dia banyak diajarkan teknik perawatan oleh mentor yang profesional dari nol sampai bisa melakukan sendiri. Terbukti dari pelatihan ini dia coba diterapkan dan banyak konsumen yang puas.
Editor : Tata Rahmanta