Kejar Target Tahun Ajaran Baru, Menko AHY Minta Proyek Sekolah Rakyat Kulon Progo Dipercepat
KULONPROGO, iNewsboyolali.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kalurahan Gulurejo, Lendah, Jumat (24/4). Dalam kunjungan tersebut, AHY menekankan pentingnya akselerasi progres fisik agar fasilitas pendidikan ini siap beroperasi pada tahun ajaran baru 2026.
Didampingi Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, AHY meninjau langsung beberapa blok bangunan di lahan seluas 7,1 hektare tersebut. Ia menyoroti ketersediaan tenaga kerja yang sempat menurun pascalebaran sebagai tantangan utama.
"Pembangunan harus didorong dan dipercepat. Saya minta pelaksana menambah jumlah pekerja agar target rampung di bulan Juni tercapai, sehingga Juli sudah bisa menerima siswa baru," tegas AHY.
Proyek senilai Rp214 miliar ini dirancang sebagai sekolah berasrama gratis bagi 1.080 pelajar dari keluarga prasejahtera. Program ini diproyeksikan menjadi mesin penggerak untuk memutus rantai kemiskinan di wilayah DIY melalui pendidikan berkualitas.
"Kami optimistis proyek ini masih sesuai timeline," katanya.
Sekolah Rakyat di Kulonprogo berdiri di atas lahan seluas 7,1 hektare (ha), dengan total anggaran Rp214 miliar. Sekolah Rakyat ini akan menampung 1.080 pelajar dari keluarga kurang mampu, terutama dari desil 1 dan 2.
Sekolah ini akan dibuka secara gratis dan siswa disediakan asrama dengan fasilitas yang lengkap. Program ini diharapkan bisa membantu memutus rantai kemiskinan di masyarakat lewat pendidikan.
"Semoga bisa mencetak anak-anak yang unggul secara prestasi, dan saat lulus dari sini bisa lanjut ke pendidikan lebih tinggi atau terserap ke lapangan kerja," ujarnya.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Haryo Satriyawan mengatakan. Kendala yang dihadapi adalah jumlah tenaga kerja. Saat ini ada sekitar 840 orang. Sebelum lebaran jumlahnya mencapai 930 orang.
“Kami upayakan agar jumlah pekerja bisa menjadi 925 orang agar target pembangunan bisa tercapai," kata Haryo.
Editor : Tata Rahmanta