Jogja Food & Beverage Expo 2026 Dibuka, Pemda DIY: Bisa Dongkrak Ekonomi Kreatif
Program Business Matching juga disiapkan sebagai platform strategis bagi pelaku industri makanan dan minuman untuk membangun jejaring, menjajaki kerja sama, dan membuka peluang bisnis dengan exhibitor maupun buyer potensial.
Dari sektor kopi, ada kompetisi roasting dan program edukatif Dewan The Indonesia kembali hadir melalui Tea Talks dan Tea Class untuk meningkatkan wawasan pelaku usaha teh, pegiat kuliner, pecinta teh, generasi muda yang ingin mengembangkan kompetensi dan memasuki industri teh.
Staff Ahli Gubernur, Noviar Rahmad mengatakan, event ini sangat strategis untuk mendorong lahirnya sektor ekonomi kreatif. Selama ini sektor makanan dan minuman menjadi penopang perekonomian di DIY.
“Semoga event ini bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat untuk memperkuat industri makanan dan minuman di DIY,” katanya.
Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan & Minuman Indonesia, Adhi S Lukman menyatakan, sektor usaha makanan dan minuman berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, dengan kontribusi 7 persen pada PDB.
“Saat ini tantangan industri makanan dan minuman juga dirasakan di tingkat global dampak peran Iran - israel,” katanya.
Editor : Tata Rahmanta