get app
inews
Aa Text
Read Next : Salmon Gulai di Boyolali, Perpaduan Cita Rasa Jepang dan Nusantara yang Bikin Ketagihan

Ribuan Warga Serbu Panorama Boyolali, Tradisi Padusan Makin Semarak dengan Tebar 500 Kg Ikan

Selasa, 17 Februari 2026 | 19:29 WIB
header img
Seorang pengunjung menunjukkan ikan hasil tangkapan di Kolam obyek wisata air Panorama di Boyolali, Selasa (17/2/2026).Foto : iNewsBoyolali.id

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, ribuan warga memadati obyek wisata air Panorama di Boyolali, Jawa Tengah, untuk menjalani tradisi padusan. Tradisi mandi atau berendam ini dilakukan sebagai simbol penyucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa.

Sejak pagi hari, kawasan wisata sudah dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias berendam di kolam pemandian. Bagi masyarakat Jawa, khususnya wilayah Soloraya, padusan menjadi tradisi turun-temurun yang rutin digelar setiap menjelang Ramadan.

Suasana semakin meriah saat pengelola wisata menebar sebanyak 500 kilogram ikan nila ke dalam kolam. Ikan tersebut boleh ditangkap secara gratis oleh pengunjung, sehingga menambah daya tarik kegiatan padusan tahun ini.

Sontak, ratusan pengunjung langsung turun ke kolam untuk menangkap ikan. Gelak tawa dan keceriaan mewarnai momen tersebut, terutama dari anak-anak yang berebut menangkap ikan dengan tangan kosong.

Salah satu pengunjung, Ika Fitrianingsih, mengaku senang bisa mengikuti padusan bersama keluarga.

“Kami datang setiap tahun. Selain untuk bersuci sebelum puasa, sekarang juga bisa menangkap ikan gratis, jadi anak-anak tambah senang,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Menurut dia, tradisi padusan juga menjadi sarana mengenalkan makna Ramadan kepada anak-anak agar lebih semangat menjalankan ibadah puasa.

Hal senada disampaikan pengunjung lain, Lina, yang datang bersama rombongan satu RT dari Karanganyar. Ia menyebut wisata Panorama menjadi pilihan karena harga terjangkau dan fasilitasnya lengkap.

“Kami memang biasa jalan-jalan sekaligus padusan sebelum Ramadan. Di sini murah, lengkap, dan anak-anak senang,” katanya.

Pengelola wisata Panorama, Joko Mulyono, mengatakan inovasi tebar ikan gratis dilakukan untuk meningkatkan kunjungan sekaligus melestarikan tradisi padusan.

“Padusan itu tradisi Jawa, terutama di wilayah Soloraya. Jadi sebelum menjalankan ibadah puasa biasanya mandi atau menyucikan diri,” ujarnya.

Selain kolam renang untuk dewasa dan anak-anak yang terpisah, kawasan wisata ini juga dilengkapi derojokan atau air terjun buatan yang menjadi favorit pengunjung.

Joko menyebut, jumlah kunjungan menjelang Ramadan meningkat signifikan. Jika hari biasa rata-rata 2.000 orang, kini mencapai sekitar 3.000 pengunjung.

“Alhamdulillah selama tradisi padusan ini pengunjung meningkat. Kami prediksi saat liburan sekolah nanti juga kembali naik,” pungkasnya.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut