get app
inews
Aa Text
Read Next : Program MBG Berkah Bagi Pelaku Usaha Susu Murni di Boyolali, Permintaan Melejit 300 Persen

Zulhas Ungkap Rencana Impor Sapi Indukan dari Brasil, Nilai Lebih Untung Ketimbang Daging Beku

Jum'at, 02 Januari 2026 | 22:24 WIB
header img
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan saat kunjungan kerja di PT So Good Food, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026).(Foto: iNewsBoyolali.id)

BOYOLALI, iNewsBoyolali.idMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah tengah menyiapkan skema impor sapi indukan dari Brasil sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pangan nasional. Rencana tersebut disampaikan Zulhas saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT So Good Food di Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026).

Dalam sambutannya, Zulhas menjelaskan impor sapi hidup dinilai memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar dibandingkan impor daging beku. Menurutnya, sapi bakalan dapat dipelihara, digemukkan, dimanfaatkan susunya, sebelum akhirnya dipotong.

“Kalau impor sapi hidup, itu bisa dipelihara dan diambil susunya dulu, setelah itu baru dipotong. Nilai tambahnya jelas ada. Berbeda kalau impor daging beku, sapinya tidak laku dan kita tidak mendapat nilai tambah,” ujar Zulhas.

Zulhas mengakui kebijakan impor daging selama ini kerap menuai protes. Namun, pemerintah kini sedang menjajaki kerja sama pembiayaan dengan Brasil untuk mendatangkan sapi indukan.

“Saat ini kami sedang membahas kemungkinan pemberian kredit ke Brasil untuk mendatangkan sekitar 500 ekor sapi indukan, yang bisa beranak hingga tujuh kali dalam masa produktifnya,” katanya.

Lebih lanjut, Zulhas menyebut kunjungannya ke PT So Good Food berkaitan dengan peran strategis industri pangan dalam mendukung kebijakan pemerintah. Ia menegaskan dua prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, yakni mewujudkan swasembada pangan serta memperkuat program pemenuhan gizi anak melalui makan bergizi. Menurut Zulhas, kebijakan tersebut diharapkan melahirkan generasi Indonesia yang sehat dan unggul.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan peninjauan ke pabrik milik Japfa Food Indonesia tersebut juga untuk memastikan kesiapan industri dalam mendukung target ekspor nasional.

“Tahun ini target kenaikan ekspor sebesar 7,01 persen. Hingga Januari–Oktober, ekspor sudah tumbuh 6,96 persen. Mudah-mudahan capaian November dan Desember bisa menutup target itu,” ujar Budi.

Dari sisi industri, Direktur Japfa Food Indonesia Ahmad Komara menilai kehadiran dua menteri tersebut mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia menyebut pabrik So Good Food di Boyolali mampu memproduksi sekitar satu juta karton susu setiap bulan.

“Setiap karton berisi 60 pax. Jika dikonversi, total produksinya sekitar 300 juta liter per bulan,” kata Ahmad.

Menurutnya, pasokan susu berasal dari peternak lokal di sejumlah daerah seperti Musuk, Tegal, hingga Malang. Perusahaan juga rutin mendampingi peternak agar kualitas susu memenuhi standar pabrik. Selain itu, Japfa Food Indonesia mengaku aktif melakukan kajian bersama perguruan tinggi terkait program makan bergizi dan telah mendukung ribuan satuan pelayanan gizi di berbagai wilayah.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut