Mira Lesmana Soroti Tantangan Pendanaan Film, Dorong Sistem Keuangan Ramah Industri Kreatif
YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Produser dan pemilik Miles Films, Mira Lesmana menyebut banyak tantangan dalam produksi film. Bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga pengelolaan pendanaan yang tepat dan transparan.
Mira menyebut setiap rumah produksi memiliki metode pengelolaan berbeda. Bagi Production house independen seperti Miles Films, perhitungan anggaran menjadi hal yang sangat krusial.
“Kami independen, dan meski sudah 30 tahun, film kami tidak banyak. Yang paling sulit itu mendapatkan dana dan memastikan investasi dari investor bisa dikelola dengan baik,” ujar Mira.
Menurutnya, sebelum memutuskan produksi, tim harus memperkirakan potensi penonton agar risiko kerugian kecil. Bila pasar kecil, anggaran harus disesuaikan. Proposal anggaran kemudian dibawa ke investor untuk melihat kelayakan dan proyeksi pendapatan.
Ia menegaskan bahwa pendanaan lewat perbankan masih sulit karena film dianggap tidak mudah dinilai risikonya.
“Soal pendanaan dari perbankan memang susah karena sifatnya sulit dinilai. Maka harus lewat pembuktian dan persiapan panjang. Cashflow harus jelas untuk semua investor,” jelasnya.
Manajemen keuangan yang rapi menjadi kunci kelancaran produksi, mulai dari anggaran aktor, lokasi, hingga departemen teknis lainnya.
Senior Vice President MSME Amar Bank, Josua Sloane, menegaskan sektor ekonomi kreatif, terutama film, membutuhkan dukungan perbankan yang lebih relevan. Sejak 2014, Amar Bank menjadi pionir bank digital di Indonesia dengan fokus 60 persen portofolionya pada UMKM.
“Tahun ini kami melihat industri film semakin meningkat. Talenta bagus, tapi pengelolaan keuangannya masih menjadi masalah. Banyak yang bertanya apakah portofolio mereka bisa dikelola lewat Amar Bank, dan dari situ kami keluarkan Amar Bank Bisnis,” ujarnya.
Aplikasi ini dikenalkan di JAFF Market 2025 sebagai solusi perbankan untuk pelaku industri kecil menengah, khususnya film. Fitur-fitur yang disediakan dirancang untuk membantu pembuat film dalam pencatatan transaksi dan pengelolaan proyek.
Amar Bank menawarkan dua solusi utama: pendanaan dan pengelolaan keuangan. Bank ini menganalisis kondisi finansial setiap proyek, kapasitas pembayaran, hingga potensi pendapatan. Tidak hanya untuk PH, tetapi juga artis, penyedia peralatan, dan pekerja profesional lain dalam ekosistem film.
“Kami sudah menangani dua film. Kami masuk ke pasar yang belum dimasuki bank konvensional. Tahun 2025, pasar ekonomi kreatif besar, pemainnya banyak dan solid, tapi belum ada bank yang benar-benar masuk,” kata Josua.
Editor : Tata Rahmanta