PURWOREJO, iNewsboyolali.id - Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) terus melakukan penguatan ekosistem pariwisata berbasis masyarakat. Mereka mendorong para pelaku usaha di desa-desa penyangga Zona Otoritas Borobudur untuk meningkatkan kapasitas produk hingga jaringan pemasarab produk.
Upaya ini dilakukan dengan menggelar kegiatan bertahuk “Penguatan Kapasitas Usaha melalui Identitas Produk, Storytelling, dan Digital Marketing” di Purworejo , 8-9 Oktober lalu. Kegiatan ini diikuti para pelaku usaha dari sektor kuliner, kriya, fashion, hingga eduwisata. Peserta diajak untuk memperkuat identitas produk, teknik storytelling, hingga optimalisasi pemasaran digital.
Plt Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BPOB, Novita Dwihapsari, menegaskan pentingnya tahap pendampingan ini agar teori yang didapatkan peserta dapat mengejawantah dalam aksi nyata.
“Peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga didorong untuk memperkuat identitas produk, menyusun storytelling, dan mengoptimalkan pemasaran digital sesuai dengan kondisi usahanya,” papar Novita.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari pakar Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta,Putu Hardani Hesti Duari,. Ia menyoroti bahwa keberhasilan branding tidak sebatas urusan visual seperti logo atau kemasan semata.
“Branding tidak berhenti pada logo, merek, atau desain kemasan, tetapi juga bagaimana membangun identitas produk yang kuat dan menciptakan alasan bagi konsumen untuk melakukan pembelian ulang,” tegas Putu.
Dengan kombinasi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung, BPOB berharap para pelaku usaha dapat mengidentifikasi keunggulan produknya serta memperluas jangkauan pasar secara digital. Selain itu, momentum ini dimanfaatkan BPOB untuk menyerap aspirasi dan kendala di lapangan guna merancang program pembinaan yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan Borobudur.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
