Sementara itu, sopir truk, Eko, mengaku sempat memeriksa kondisi kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan dari arah Semarang menuju Surabaya. Pemeriksaan juga dilakukan sebelum kendaraan masuk Gerbang Tol Banyudono.
Namun, saat melintas di KM 499, roda belakang truk kembali terasa berat. Ketika hendak menepikan kendaraan, salah satu ban belakang tiba-tiba meletus dan disusul ledakan ban lainnya.
"Tadi kondisi ban sudah dingin, terus saya lanjut jalan pelan kecepatan 50. Sampai KM 499 terasa agak berat, seperti kampas rem mengancing. Saya mau menepi, waktu mau berhenti ban belakang kanan meletus," kata Eko.
"Setelah itu yang satunya lagi ikut meletus. Langsung keluar asap hitam dan api dari dalam ban, dari kampasnya. Sudah tidak teratasi," ujarnya.
Eko sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan melalap bagian belakang truk.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
