Ali menegaskan, toleransi tidak sekadar menghormati orang lain yang menjalankan keyakinannya. Toleransi juga berarti menghargai pilihan orang lain yang berbeda.
“Toleransi itu bukan saja menghormati dan menghargai orang lain yang melaksanakan keyakinan atau ajarannya yang diyakini kebenarannya, tetapi juga menghormati dan menghargai orang lain yang tidak melaksanakan ajaran yang menurutnya itu tidak benar,” jelas Ali.
Ia mencontohkan perbedaan dalam praktik keagamaan yang seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling membenci atau mengucilkan.
“Bagi yang mau tahlilan, shalawatan, barjanjen dan manakiban ya silahkan, tidak usah dibenci dan dikucilkan. Tetapi bagi yang tidak mau tahlilan, shalawatan, barjanjen dan manakiban ya silahkan, tidak usah dibenci dan dikucilkan,” ujarnya.
“Itu konsepsi toleransi kami,” tegasnya.
Tantangan menjaga kerukunan juga muncul di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Informasi dapat menyebar dengan cepat sehingga masyarakat perlu lebih bijak sebelum mempercayai maupun membagikannya.
Memastikan kebenaran informasi menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya prasangka maupun konflik di tengah masyarakat.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
