Beda Pilihan, Tetap Rukun! Boyolali Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman

Tata Rahmanta
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali, Ali Muhson. (Foto: Istimewa).

Ali menegaskan, toleransi tidak sekadar menghormati orang lain yang menjalankan keyakinannya. Toleransi juga berarti menghargai pilihan orang lain yang berbeda.

“Toleransi itu bukan saja menghormati dan menghargai orang lain yang melaksanakan keyakinan atau ajarannya yang diyakini kebenarannya, tetapi juga menghormati dan menghargai orang lain yang tidak melaksanakan ajaran yang menurutnya itu tidak benar,” jelas Ali.

Ia mencontohkan perbedaan dalam praktik keagamaan yang seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling membenci atau mengucilkan.

“Bagi yang mau tahlilan, shalawatan, barjanjen dan manakiban ya silahkan, tidak usah dibenci dan dikucilkan. Tetapi bagi yang tidak mau tahlilan, shalawatan, barjanjen dan manakiban ya silahkan, tidak usah dibenci dan dikucilkan,” ujarnya.

“Itu konsepsi toleransi kami,” tegasnya.

Tantangan menjaga kerukunan juga muncul di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Informasi dapat menyebar dengan cepat sehingga masyarakat perlu lebih bijak sebelum mempercayai maupun membagikannya.

Memastikan kebenaran informasi menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya prasangka maupun konflik di tengah masyarakat.

Editor : Tata Rahmanta

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network