Selain harga pakan, peternak juga menyoroti mekanisme impor bahan baku, termasuk jagung. Mereka berharap pemerintah tidak hanya menetapkan harga acuan, tetapi juga memastikan komoditas tersedia di tingkat peternak dengan harga yang sesuai.
"Harapan kami, bagaimana caranya harga pakan yang berkualitas bisa sampai ke peternak dengan harga murah. Impor jagung atau apa pun, yang penting peternak menerima harga jagung sesuai harga acuan pemerintah. Jangan hanya harga acuannya yang ditetapkan, tetapi barangnya juga harus tersedia," tegas Krishandrika.
Pemilihan Monumen Jagung sebagai lokasi aksi juga memiliki makna tersendiri. Menurut Krishandrika, jagung merupakan salah satu komponen utama pakan ternak sekaligus bagian dari ketahanan pangan.
"Monumen Jagung ini menjadi salah satu ikon yang pernah terjadi di Boyolali terkait ketahanan pangan. Kami berharap jagung bisa tersedia dengan baik dan harganya juga baik, sehingga peternak dapat berjalan dengan baik," jelasnya.
Editor : Tata Rahmanta
