Menurutnya, sebelum tenggelam korban bersama teman-temannya bermain perosotan di Bendungan Pleret. Korban diduga kelelahan setelah beberapa kali meluncur di aliran bendungan tersebut.
“Korban bermain perosotan, turun lalu naik lagi. Kemungkinan terakhir kelelahan kemudian tenggelam,” ujarnya.
Gembong menyebut kejadian tersebut menjadi kasus kedua korban tenggelam saat bermain perosotan di Bendungan Pleret.
“Asyik memang bermain perosotan, tetapi cukup berbahaya karena kedalaman air tidak bisa diprediksi,” katanya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
