Ia menyebut kondisi tersebut hampir merata di berbagai daerah yang pernah dikunjunginya. Jika tidak segera dibenahi, persoalan pangan dikhawatirkan menjadi bom waktu di masa mendatang.
Supiyat menekankan, kegiatan penanaman ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari konsep program berkelanjutan yang akan berujung pada puncak acara HKPS dan Munas SWI 2026 pada 19 Mei mendatang.
“Banyuanyar kami jadikan pintu masuk program ketahanan pangan, bukan hanya untuk Boyolali, tapi juga Jawa Tengah dan Indonesia,” tegasnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
