Kisah Inspiratif, Mahasiswa Biologi UNY Jualan Risol untuk Biaya Kuliah
YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Takashi Nurdi Al Mu’tasyimbillah sukses menjalankan usaha jualan makanan risol. Setiap harinya dia bisa menjual 300 unit untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya perkuliahan secara mandiri.
Semangat berwirausaha alumni SMA Muhammadiyah 1 Babat Lamongan ini, telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah. Memasuki semester kedua, dia serius mengelola usahanya agar tidak sepenuhnya menggantungkan finansial kepada orang tua.
"Saya sudah berjualan sejak SMA, jadi sekarang saya melanjutkannya. Saya juga ingin punya penghasilan sendiri supaya bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak terlalu membebani orang tua," katanya, Minggu (13/9/2026).
Mahasiswa asal Kecamatan Babat, Lamongan ini memproduksi tiga varian risol dengan harga terjangkau. Dia menjual dengan kisaran harga antara Rp3.000 hingga Rp4.000 per buah kepada teman-teman dan di lingkungan kampus. Dia juga bekerja sama dengan berbagai kepanitiaan kegiatan mahasiswa yang membutuhkan produk untuk keperluan pencarian dana usaha (danusan).
“Setiap harinya bisa menjual 300 buah risol,” katanya.
Takashi sempat mendaftar pada Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), namun belum berhasil lolos. Meski gagal dia tidak patah semangat dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship sebagai investasi jangka panjang.
Dosen Pendidikan Biologi FMIPA UNY, Dr Wenny Pinta Litna Tarigan, menilai Takashi sebagai sosok mahasiswa yang tidak hanya aktif menciptakan kreasi kuliner untuk menambah penghasilan, tetapi juga tetap menunjukkan disiplin yang tinggi di ruang kelas.
"Saya sangat berempati dan salut dengan kegigihannya. Di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, beliau tetap bersemangat untuk belajar dan meraih cita-cita," katanya.
Wenny berharap generasi muda agar senantiasa menjaga semangat dan tidak ragu melahirkan inovasi baru demi membangun masa depan yang lebih baik. Proses pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam kelas, melainkan juga lewat pengalaman mengasah kemandirian, manajemen waktu, dan ketahanan mental di dunia usaha.
Editor: Tata Rahmanta