get app
inews
Aa Text
Read Next : Perahu Terbalik Diterjang Gelombang, 2 Nelayan Pantai Parangtritis Terluka 

Sapi Dijual ke Luar Daerah Harga Daging di Grobogan Naik, Pedagang Mi Ayam dan Bakso Menjerit

Rabu, 15 April 2026 | 15:14 WIB
header img
Ketua Asosiasi Pedagang Mi Ayam dan Bakso Grobogan Keluhkan Kenaikan Harga Daging Sapi Yang Terus Meroket. (Foto: iNews).

GROBOGAN,iNewsBoyolali.id - Melonjaknya harga daging sapi di pasaran Grobogan, Jawa Tengah, ditudah memicu keluhan para pedagang bakso dan mi ayam. Kenaikan harga yang signifikan ini diduga akibat berkurangnya stok lokal, karena banyak ternak dijual ke luar daerah.

Ratusan pedagang bakso dan mi ayam yang tergabung dalam asosiasi pedagang mi ayam dan bakso (APMISO) Grobogan, menyampaikan keluhan mereka terkait melonjaknya harga daging sapi.

Keluhan ini disampaikan saat acara halalbihalal yang digelar di gedung balai latihan kerja Grobogan. Para pedagang mengaku, harga daging sapi naik hingga Rp15.000 per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp125.000 menjadi Rp140.000.

Ketua APMISO Grobogan, Yanto, mengungkapkan bahwa kenaikan ini diduga terjadi karena banyak ternak sapi dijual ke luar daerah, sehingga stok lokal berkurang dan harga menjadi tidak terkendali.

“Saya minta kepada dinas terkait, khususnya dinas peternakan, untuk segera mengambil langkah tegas mengatasi kenaikan harga daging sapi. Kondisi ini bisa menurunkan daya beli masyarakat karena kami terpaksa menaikkan harga bakso.”

Yanto menambahkan, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak menjelang lebaran dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan turun.

“Harga yang sudah terlanjur naik ini akan sulit dikendalikan dan cenderung terus naik jika tidak segera ditangani. Berkurangnya jumlah sapi di grobogan sangat berpengaruh terhadap harga daging.”

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR, Edy Wuryanto, menyatakan siap membantu para pedagang, terutama dalam mendukung usaha mikro kecil dan menengah agar tetap bertahan.

“Kami akan membantu pelaku usaha, termasuk melalui dukungan bpom di tingkat kabupaten. Selain itu, penting memastikan makanan yang dijual tetap sehat dan higienis agar masyarakat aman mengonsumsinya,” ucapnya.

Edy juga menegaskan pentingnya pengawasan kualitas bahan makanan yang digunakan para pedagang.

Di sisi lain, para pedagang berharap Dinas Kesehatan dapat memberikan dukungan berupa alat pendeteksi bahan berbahaya, seperti boraks, untuk menjamin keamanan produk yang mereka jual.

“Harapan kami, pemerintah melalui Dinas Kesehatan bisa memberikan alat pendeteksi boraks, sehingga kami bisa memastikan bahan mi yang kami gunakan aman,” katanya.

Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga daging sapi, agar usaha mereka tetap berjalan dan daya beli masyarakat tidak menurun.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut