Bubuk Petasan Hasil Racikan Meledak, Remaja di Boyolali Kritis dan Rumah Rusak Parah
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Ledakan hebat mengguncang Desa Bendungan, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin sore (26/1/2026). Insiden ini melukai seorang remaja berusia 18 tahun hingga mengalami luka bakar serius dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
Ledakan terjadi di rumah korban saat yang bersangkutan diduga tengah mencoba meracik bubuk bahan petasan. Dentuman keras tersebut tidak hanya melukai korban, tetapi juga merusak bagian belakang rumah keluarga korban. Atap ambruk, sementara sejumlah perabotan di dalam rumah hancur akibat tekanan ledakan.
Kepala Desa Bendungan, Fahrudin, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban melakukan uji coba bahan petasan yang diraciknya sendiri.
“Korban berinisial IDS, usia 18 tahun, sedang mencoba bubuk bahan petasan di rumah. Tiba-tiba terjadi ledakan kuat yang membuat korban mengalami luka parah,” kata Fahrudin saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (27/1/2026).
Akibat ledakan tersebut, IDS mengalami luka bakar di bagian wajah, leher, tangan, dan kaki. Korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Solo karena kondisi luka yang cukup serius.
Menurut Fahrudin, korban sebelumnya ingin membuktikan hasil racikan petasannya. Namun, percobaan itu justru berubah menjadi musibah.
“Selain melukai dirinya sendiri, ledakan juga merusak rumah bagian belakang, termasuk atap dan perabotan,” tambahnya.
Aparat kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tak lama setelah insiden terjadi.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui korban membeli bubuk bahan petasan melalui penjualan daring dan meraciknya sendiri tanpa pengetahuan yang memadai.
“Korban membeli bahan petasan secara online dan mencoba meraciknya sendiri. Karena kurangnya pemahaman, bahan tersebut meledak,” jelas AKBP Indra.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti serta memeriksa beberapa saksi, termasuk keluarga korban dan perangkat desa. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Menjelang bulan puasa, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mencoba membuat atau meracik petasan secara mandiri karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara polisi terus menelusuri asal-usul bahan petasan dan kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
Editor : Tata Rahmanta