Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali Diprediksi Dongkrak Ekonomi Desa dan Pariwisata
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Penunjukan Kabupaten Boyolali sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional (HDN) 2026 diproyeksikan memberi dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal dan sektor pariwisata. Ribuan peserta dari seluruh Indonesia dipastikan hadir dalam rangkaian kegiatan yang digelar selama hampir sepekan, 10–15 Januari 2026.
Bupati Boyolali Agus Irawan menyebut HDN 2026 menjadi momentum strategis untuk mempromosikan potensi daerah secara menyeluruh, mulai dari desa, produk UMKM, hingga destinasi wisata.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi peluang besar memperkenalkan Boyolali ke tingkat nasional,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Berbagai kegiatan akan tersebar di sejumlah lokasi, seperti Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB), Alun-Alun Kidul, serta desa-desa di wilayah Cepogo, Ampel, dan Ngemplak. Kondisi ini diyakini mendorong kunjungan wisata sekaligus meningkatkan okupansi hotel dan homestay.
Kepala Dispermasdes Boyolali Ari Wahyu Prabowo mengatakan rangkaian HDN 2026 dimulai Sabtu (10/1) dengan Gerakan Bakti Desa di 10 titik desa.
“Untuk di Kabupaten Boyolali akan dilaksanakan di 10 titik desa dan untuk ceremonialnya akan dilaksanakan di Desa Urutsewu, Ampel, dengan pembersihan pura di sana,” kata Ari.
Ia menambahkan, kegiatan berlanjut pada Minggu (11/1) dengan jalan sehat, donor darah, semifinal Liga Desa Nasional, dan lomba e-sport.
“Pada 12 Januari akan digelar coaching Koperasi Desa dan BUMDes,” imbuhnya.
Menurut Ari, rangkaian kegiatan berlanjut pada 14 Januari dengan pameran potensi unggulan desa, pasar pangan murah, seminar, lokakarya, dan layar tancap.
“Puncak acara digelar pada 15 Januari dengan tasyakuran dan pagelaran wayang kulit lakon Semar Bangun Desa,” jelasnya.
Sementara, Asisten I Setda Boyolali M Arief Wardianta memastikan pengamanan dan rekayasa lalu lintas telah disiapkan.
“Untuk pengaturan arus lalu lintas, kantong parkir, serta rute tamu VIP dan VVIP, kami mengikuti arahan dari Polres Boyolali. Kami juga sudah beberapa kali menggelar rapat koordinasi,” ujarnya.
Arief menjelaskan, kawasan Desa Butuh merupakan kawasan industri dengan puluhan ribu tenaga kerja.
“Jumlah tamu undangan hampir sepadan dengan jumlah pekerja pabrik di kawasan tersebut. Untuk menghindari kepadatan, pabrik-pabrik tidak beroperasi pada hari puncak dan diganti di hari lain,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Penggantian hari kerja diserahkan kepada manajemen perusahaan untuk dibahas melalui mekanisme tripartit,” lanjut Arief.
Selain pabrik, beberapa sekolah di jalur menuju lokasi acara juga akan menerapkan pembelajaran dari rumah.
“Sekolah-sekolah yang berada di rute rawan macet akan kami minta belajar dari rumah sesuai hasil asesmen bersama Polres dan Dinas Pendidikan,” pungkasnya.
Pemkab Boyolali berharap suksesnya pelaksanaan HDN 2026 dapat menjadi modal penting untuk menarik agenda nasional lainnya sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi desa.
Editor : Tata Rahmanta