Belum Ada Kasus Super Flu di Boyolali, Dinkes Keluarkan Imbauan Warga Tetap Waspada
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali memastikan hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus super flu atau Influenza A (H3N2) di wilayahnya. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan menyusul adanya laporan kasus serupa di sejumlah daerah lain.
Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandiyoko, mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan tetap menyiapkan diri dengan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penularan penyakit pernapasan tersebut.
Menurutnya, salah satu langkah penting yang harus diterapkan adalah etika batuk dan bersin, terutama saat berada di tempat umum. Masyarakat diminta menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau masker, tidak batuk maupun bersin sembarangan, serta menjaga jarak dengan orang lain.
“Sosialisasikan kembali Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Konsumsi makanan bergizi, jaga pola hidup, hindari stres, serta terapkan etika batuk di tempat umum,” kata Kristandiyoko, Kamis (8/1/2026).
Ia juga menegaskan, masyarakat yang sedang mengalami flu dianjurkan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di ruang publik. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya tahan tubuh sekaligus mencegah potensi penularan kepada orang lain.
Selain itu, Dinkes Boyolali mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu yang berkepanjangan atau semakin memburuk.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Boyolali, Teguh Tri Kuncoro, menambahkan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus super flu dari seluruh fasilitas layanan kesehatan di Boyolali.
“Sampai saat ini belum ada laporan terkait temuan kasus super flu di Boyolali,” ujarnya.
Meski demikian, Teguh menegaskan Dinkes tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus mengimbau masyarakat agar menjaga pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini.
Ke depan, Dinkes Boyolali juga akan menerbitkan surat edaran sebagai langkah antisipasi sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi penyebaran penyakit.
Editor : Tata Rahmanta