YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Pengajian Kebangsaan dalam rangka memeringati Hari Santri Nasional 2026 digelar di Yogyakarta, Rabu (22/10/2026). Sejumlah ulama menekankan untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mendoakan kedamaian dan kemakmuran bangsa.
Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Mantrijeron Kota Yogyakarta, Mu'inan Rafi mengatakan, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial. Namun menjadi momentum penting untuk memperkuat peran nyata santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Santri memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa. Ilmu agama yang dipelajari hendaknya diwujudkan melalui sikap toleransi, kepedulian sosial, serta kemampuan menjaga hubungan baik di tengah perbedaan," ujar Mu'inan.
Menurut dia, kehidupan masyarakat yang harmonis membutuhkan kesadaran bersama untuk mengedepankan dialog, saling menghargai, dan menghindari tindakan yang memicu perselisihan.
"Saling menghargai dan dialog dibutuhkan dalam bermasyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Densus 99 Asmaul Husna Nahdlatul Ulama yang juga Ketua Komunitas Santri Ndugal, Qudori, menyoroti pentingnya peran santri dan komunitas masyarakat dalam mencegah berkembangnya provokasi di lingkungan sosial. Menurutnya, menjaga keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
"Santri harus hadir sebagai bagian dari solusi, ikut mencerdaskan masyarakat, menjaga persaudaraan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan," tutur Qudori.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara tokoh agama, santri, komunitas, dan pemerintah diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan sosial serta merawat suasana aman dan tenteram, khususnya di wilayah Yogyakarta.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
