GROBOGAN,iNewsBoyolali.id – Seekor sapi jenis Simmental berbobot 1,1 ton milik peternak asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha tahun ini. Sapi jumbo bernama “Si Bagong” itu dibeli dengan harga mencapai Rp112 juta.
Sapi milik Sunardi, warga Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, kini mendapat pengawasan ketat dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan untuk memastikan kondisi kesehatan dan bobot tubuhnya tetap stabil hingga hari penyembelihan tiba.
Kepala Disnakkan Grobogan, Amin Nur Hata, mengatakan pihaknya memang mendapat instruksi untuk mencari sapi kurban berbobot di atas satu ton dari peternak lokal. Dari sejumlah sapi yang diajukan, hanya sapi milik Sunardi yang memenuhi kriteria.
“Awalnya ada beberapa sapi yang ditawarkan peternak lokal, namun setelah dilakukan seleksi, sapi milik Pak Sunardi yang paling memenuhi syarat karena bobotnya sudah mencapai lebih dari satu ton,” ujar Amin.
Sunardi mengaku tidak menyangka sapi peliharaannya dipilih menjadi hewan kurban Presiden RI. Ia menceritakan, Si Bagong berasal dari program inseminasi buatan atau IB yang hanya bermodalkan Rp50 ribu.
“Awalnya hanya coba inseminasi buatan satu kali, ternyata berhasil dan lahirlah sapi dengan pertumbuhan sangat besar,” kata Sunardi.
Menurutnya, sejak kecil Si Bagong sudah terlihat berbeda dibanding sapi lainnya, terutama pada ukuran tulang kaki dan kepala yang lebih besar. Selama empat tahun terakhir, sapi tersebut dirawat hingga mencapai bobot 1,1 ton.
Meski memiliki ukuran jumbo, Sunardi mengaku tidak memberikan perawatan khusus. Pakan yang diberikan pun sama seperti sapi pada umumnya, seperti rumput dan jerami. Namun untuk menjaga berat badan tetap stabil, ia rutin memberikan tambahan potongan ubi ketela hasil tanam sendiri setiap hari.
“Untuk makanan seperti biasa tidak ada istimewa atau khusus. Kita kasih Polas,ketela dan rumput saja,” ucapnya.
Pria berusia 56 tahun itu mengaku sangat bersyukur karena dari modal inseminasi buatan sebesar Rp50 ribu, kini ia mampu menjual Si Bagong dengan harga ratusan juta rupiah.
“Hanya bermodal uang lima puluh ribu rupiah untuk kawin suntik dan ternyata berhasil dengan anakan jumbo. Dari kecil sudah terlihat tanda-tanda klau sapi ini akan menjadi jumbo karena dilihat dari tulangannya,”jelasnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
